SEO
Posted in

Technical SEO: Apa dan Mengapa Penting?

Chubbyrawit Digital Marketing Agency

Technical SEO adalah

Pernahkah Anda terpikirkan, bagaimana suatu artikel dapat diketahui dan muncul di halaman mesin pencari seperti Google?

Selain membuat konten artikel dan membuat tampilan website yang menarik, ada berbagai elemen lain yang tidak boleh dilewatkan agar website Anda muncul di pencarian Google.

Ada hal-hal teknis yang berhubungan dengan SEO yang perlu Anda beri perhatian lebih untuk website Anda. Mulai dari indexing, crawling, page speed, dan lain-lain. Hal-hal teknis tadi biasa disebut dengan Technical SEO.

Pada artikel ini akan dibahas lebih dalam apa itu Technical SEO, mengapa penting, dan apa saja yang termasuk dalam Technical SEO.

Apa itu Technical SEO?

Sebelum melangkah lebih jauh tentang apa itu Technical SEO, mari kita ingat kembali apa itu SEO.

Search Engine Optimization atau SEO adalah upaya untuk mengoptimasi website agar mendapatkan peringkat teratas pada halaman hasil pencarian. 

Kemudian Technical SEO itu sendiri adalah proses mengoptimalkan website Anda untuk membantu mesin pencari seperti Google menemukan, crawling, memahami, dan mengindeks halaman Anda.

Sebagian besar marketer dan business owner memanfaatkan Technical SEO untuk meningkatkan peluang website mereka untuk mendapat peringkat yang baik di halaman hasil mesin pencari (SERP).

Baca juga: 10 Cara Optimasi SEO di Tahun 2022!

Mengapa Technical SEO penting?

Sangat disayangkan jika konten artikel Anda sudah menarik namun search engine tidak bisa menemukan website Anda. Itulah gambaran umum betapa pentingnya Technical SEO.

Technical SEO memungkinkan website dan konten Anda dapat ditemukan, dicrawling, dan diindeks oleh mesin pencari seperti Google.

Setidaknya, Google dan mesin pencari lainnya harus dapat menemukan, crawling, rendering, dan mengindeks halaman di website Anda. Setelah itu baru Anda melakukan upaya SEO lainnya agar website dan konten Anda bisa berada di halaman pertama mesin pencari.

Baca juga: 7 Metrik SEO Esensial Untuk Mengukur Performa SEO

Elemen dalam Technical SEO

Setelah mengetahui apa itu Technical SEO dan pentingnya menggunakan untuk website Anda, sekarang saatnya untuk mengetahui elemen apa saja yang terdapat pada Technical SEO.

  • Struktur dan Navigasi Website

First of all, Anda harus memastikan bahwa struktur website sudah Anda rancang dengan baik. Jika tidak, Anda akan menemui masalah di crawling dan indexing yang menyebabkan website Anda sulit ditemukan oleh Google.

Struktur website yang kuat membuat setiap tugas Technical SEO lainnya jauh lebih mudah.

Gunakan struktur website datar dan terorganisir.

Struktur website Anda adalah bagaimana semua halaman di website Anda diatur.

Dalam hal ini, Anda bisa mempertimbangkan untuk menggunakan struktur datar. Struktur datar memudahkan Google dan mesin pencari lainnya untuk crawling 100% halaman situs Anda.

Flat Site Structure

Jika website atau blog Anda hanya memiliki belasan halaman mungkin bukan menjadi masalah yang besar, tapi bagaimana jika website seperti e-commerce yang memiliki ratusan halaman?

Selain struktur datar, Anda harus benar-benar membuat struktur Anda terorganisir agar memudahkan dalam mengaudit dan menemukan masalah ke depannya.

  • Crawling, Indexing, dan Rendering

Untuk memastikan bahwa website Anda muncul di SERP, Anda harus memperhatikan dengan cermat apa yang dilakukan Google saat crawling, indexing, dan rendering website Anda.

Semakin baik Anda memahami setiap langkah ini, semakin Anda dapat menyempurnakan strategi Technical SEO Anda untuk memenuhi kebutuhan pengguna dan mesin pencari.

Semakin Anda memenuhi kebutuhan mesin pencari, semakin besar peluang Anda untuk mendapatkan peringkat yang baik di SERP.

Mesin pencari bekerja melalui tiga fungsi utama:

  • Crawling: Menjelajahi internet untuk mencari konten, melihat kode/konten untuk setiap URL yang mereka temukan.
  • Indexing: Menyimpan dan mengatur konten yang ditemukan selama proses crawling. Setelah halaman berada dalam indeks, halaman dijalankan untuk ditampilkan sebagai hasil dari kueri yang relevan.
  • Ranking: Menyajikan konten yang paling menjawab pertanyaan pencari, yang berarti bahwa hasil diurutkan berdasarkan yang paling relevan hingga yang paling tidak relevan.

Crawling

Crawling adalah proses di mana mesin pencari mengambil konten dari halaman dan menggunakan linknya untuk menemukan lebih banyak halaman lain.

Saat Anda mengunjungi website yang Anda sukai, apakah Anda menelusuri halaman lainnya dan mengikuti navigasi untuk melihat semua konten yang ditawarkan website tersebut?

Jika ya, maka Anda memahami bagaimana Google’ crawlers (bot) menavigasi suatu website.

Googlebot memulai dengan mengambil beberapa halaman web, lalu mengikuti tautan di halaman web tersebut untuk menemukan URL baru.

Dengan melompat di sepanjang jalur link tersebut, crawlers dapat menemukan konten baru dan menambahkannya ke indeks mereka yang disebut Caffeine, database dari URL yang ditemukan yang kemudian diambil ketika seseorang mencari informasi yang relevan.

Indexing

Pengindeksan seperti lemari arsip Google.

Setelah Googlebot merayapi situs publik, mereka menyimpan konten tersebut, dan ketika selesai mengindeks halaman itu akan muncul di hasil mesin pencari yang relevan dan paling cocok dengan kueri pencarian.

Salah satu cara untuk memastikan bahwa Google telah merayapi dengan benar dan kemudian mengindeks konten Anda adalah dengan memanfaatkan alat Google gratis yang disebut Google Search Console.

Setelah Anda membuat akun, Anda dapat melakukan beberapa hal seperti memantau saat halaman web baru yang Anda buat sedang diindeks. Anda juga dapat mengirimkan sitemap, sehingga memudahkan Google untuk mengidentifikasi dan membuat katalog konten situs Anda dengan benar.

Membangun sitemap sangat penting karena membuat hidup Google dan Anda jauh lebih mudah. Daripada mencari website Anda tanpa tujuan, Anda dapat memberi tahu Google di mana konten berada dan seberapa sering Anda memperbaruinya.

Rendering

Rendering adalah apa yang terjadi setelah Google selesai crawling dan indindexing konten website Anda ke dalam lemari arsipnya.

Jika konten Anda mulai muncul di SERP, Google ingin memastikan bahwa pengguna bisa melihat konten Anda, seperti yang pastinya kita inginkan.

Pada awal internet, website belum memiliki JavaScript. Ini membuat Google sangat mudah untuk dirender karena hanya menggunakan HTML, bahasa pemrograman yang sangat statis.

Sekarang, dengan JavaScript dan CSS yang berwarna-warni, pekerjaan Google menjadi jauh lebih kompleks.

Semakin banyak JavaScript dan elemen pengkodean kompleks lainnya yang Anda buat di website Anda, semakin besar kemungkinan Google akan kesulitan merender website Anda.

  • Page Speed

Page speed menjadi salah satu faktor yang sangat penting dalam pengalaman pengguna saat membuka suatu website.

Biasanya, semakin banyak JavaScript atau elemen yang kompleks yang Anda miliki di website Anda, semakin sulit halaman tersebut dimuat. 

Page speed bisa berpengaruh pada faktor peringkat di SERP, jadi Anda harus memastikan bahwa Anda memperhatikan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memuat keseluruhan konten website Anda.

Baca juga: 6 Elemen Penting Untuk Optimasi On-Page SEO Website [2022]

  • Core Web Vitals

Salah satu cara untuk memantau seberapa cepat konten dimuat di website Anda adalah melalui metrik Core Web Vitals.

Core Web Vitals dipecah menjadi tiga kategori utama:

  • Largest Contentful Paint (LCP)

Ini menentukan waktu yang diperlukan untuk bagian utama konten di halaman web untuk muncul/dimuat bagi pengguna.

  • First Input Delay (FID)

FID mengukur waktu respons halaman saat pengguna mulai berinteraksi dengan halaman itu untuk pertama kalinya. Ini termasuk: Klik link, tap button, dan tindakan JavaScript khusus lainnya.

  • Cumulative Layout Shift (CLS)

Ini adalah pengukuran jumlah perubahan tak terduga dalam tata letak halaman yang memengaruhi konten utama halaman.

Google juga menyediakan pengukuran ini melalui Laporan Core Web Vitals di Google Search Console.

Core Web Vitals
Sumber: Google
  • Structured Data

Membangun structured data atau data yang terstruktur adalah tindakan membantu Google memahami konten website Anda melalui pembuatan deskripsi situs terperinci dalam bahasa (kode) yang mudah dipahami oleh Google.

Misalnya, data terstruktur Anda mungkin menyertakan judul artikel atau konten, deskripsi, dan elemen lain yang dimasukkan ke dalam kode (skema) yang disukai Google.

Anda bisa mencoba mengakses Structured Data Markup Helper dari Google untuk mengetahui lebih dalam tentang structured Data.

Structured Data Markup Helper

  • Thin/Duplicate Content

Dua bahaya yang dapat dihadapi web content developer adalah konten tipis dan duplikasi konten.

Konten tipis mengacu pada blog, artikel, atau halaman web yang tidak banyak membantu crawler Googlebot.

Bisa jadi tidak ada internal link pada halaman untuk membantu mengarahkan crawler ke bagian halaman lain website Anda. Bisa jadi juga konten laman tidak menargetkan maksud pencarian pengguna dengan benar.

Contoh konten tipis adalah halaman artikel yang tidak memiliki link ke halaman lain mana pun di website Anda dan tidak benar-benar membahas tentang isi artikel yang seharusnya.

Konten duplikat mengacu pada blog, artikel, atau halaman web dengan copy atau isi yang identik dengan halaman lain di website Anda.

Baca juga: Manfaat Website SEO Friendly dan Penerapannya untuk Bisnis

Nah, itu tadi adalah hal-hal yang perlu Anda ketahui tentang Technical SEO untuk menunjang hasil pencarian website Anda di mesin pencari seperti Google.

Bagaimana? Apakah selama ini Anda sudah pernah mengoptimasi Technical SEO untuk website Anda?

Jika belum, sekarang lah saatnya!

Tak perlu ragu, tak perlu khawatir! ChubbyRawit siap membantu Anda mengoptimasi SEO untuk website Anda termasuk dengan Technical SEO.

ChubbyRawit akan membantu Anda mulai dari audit website, pembuatan strategi, hingga eksekusi untuk website Anda.

Konsultasi sekarang juga dengan mengisi form di halaman Contact Us, dan kami akan segera menghubungi Anda.

Penulis: Bayu Pamungkas