Online Presence
Posted in

Konten Social Media Organik, Masih Efektifkah?

chubbyrawit-instagram

Paid social media dan influencer marketing

Konten organik masih hidup dan masih dapat diandalkan, permasalahannya hanya satu, Anda tidak dapat menjangkau audiens yang lebih luas hanya dengan konten organik. Permasalahan terkait reach pada Instagram tidak banyak berubah dari beberapa tahun belakangan. Jumlah rata-rata orang yang terjangkau oleh postingan di media sosial yang tidak didukung oleh ads masih rendah. Bukan rahasia lagi bahwa sebagian besar platform sosial media beroperasi dengan pay-to-play model untuk brand. Dilansir dari hootsuite.com, jangkauan rata-rata postingan organik pada Facebook berkisar di angka 5,20% yang berarti hanya 1 dari 19 orang yang terpapar oleh konten organik. 

Lalu apakah ini pertanda bahwa sosial media bukan lagi tempat ideal untuk memperkenalkan dan memperluas jangkauan bisnis Anda? The answer is NO!

Sebagai brand owner tentunya Anda ingin memperkuat online presence brand Anda dan yang harus Anda lakukan adalah berhenti hanya mengandalkan konten organik dan buka jalan untuk paid social media serta influencer marketing!

Mengapa Harus Paid Ads dan Influencer Marketing? 

Untuk memahami kenapa Anda harus membuka jalan bagi paid ads dan influencer marketing, Anda terlebih dulu harus tahu tentang realitas sistem platform sosial media. 

Pada kenyataannya, sosial media berada dalam bisnis periklanan. Dan jika bisnis Anda dapat tumbuh dengan mudah dengan semua yang bersifat organik, tentu Anda tidak akan membayar mereka untuk memasarkan atau mengiklankan produk dan bisnis Anda. Simply said, they don’t want you to be able to reach your target market without paying to reach it

Terlebih bagi bisnis baru atau pun yang sedang akan meluncurkan sebuah produk atau brand baru, kebutuhan akan paid ads dan influencer marketing menjadi penting. Ibarat Anda baru membuka warung baru, orang tidak akan tahu kalau Anda tidak melakukan upaya promosi. Contohnya entah membagikan brosur atau memberikan promo atau beriklan di radio atau media lainnya sekedar memberitahu bahwa Anda sekarang membuka warung di lokasi tertentu untuk mendatangkan audiens. 

Demikian juga dengan bisnis baru, bila hanya mengandalkan konten organik, jangkauan pun terbatas dan untuk mendatangkan traffic ke website bisnis Anda pun juga akan terbatas. Karena alasan tersebut, mengintegrasikan konten organik dan paid media adalah solusi ciamik untuk memperkuat online presence brand Anda. 

Strategi organik yang solid dapat Anda gunakan untuk meningkatkan online presence serta reputasi brand. Sementara untuk memperluas jangkauan audiens, Anda dapat menggunakan paid ads dan influencer marketing. Namun, dengan catatan Anda harus menyiapkan strategi dan budget yang cukup untuk membuka jalan bagi keduanya.

Organic VS Paid Social Media (Source: Hootsuite)

Paid Ads untuk Memperluas Jangkauan dan Distribusi Konten

Paid social media merupakan kata lain dari advertising atau iklan media sosial yaitu saat Anda membayarkan sejumlah uang kepada platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Youtube, TikTok dan lainnya agar konten Anda dapat dijangkau oleh audiens yang lebih luas atau menggapai audiens baru yang mungkin tertarik baik melalui boosting konten organik yang memang sudah engage ataupun merancang iklan baru yang unik. 

Hasil laporan pada website E-Marketer yang menganalisis mengapa social media ad spending di US tetap kuat selama masa pandemi mengatakan bahwa penggunaan iklan pada media sosial justru mengalami peningkatan. Hal ini dikarenakan pengguna tidak hanya meningkatkan waktu yang mereka habiskan di media sosial, tetapi mereka juga telah terbiasa berbelanja online melalui e-commerce atau social media stores

Fenomena ini membuat iklan tampak menjadi bagian yang lebih alami dari pengalaman bermedia sosial terutama jika dirumuskan dengan bijak. Tren ini memperkuat alasan Anda untuk menjadikan paid social media sebagai salah satu strategi digital marketing Anda. 

Baca juga: Cara Tracking Social Media Advertising dan Mengukur Keberhasilannya

Mengapa Harus Influencer Marketing

Setelah memberikan extra effort untuk strategi organik dan mengeluarkan budget lebih untuk paid social media, kenapa harus repot-repot lagi untuk influencer marketing? Memang apa untungnya?

Baca juga: Mengenal Influencer Marketing

Mengutip dari riset yang dilakukan influencermarketinghub, di tahun 2021, 75% perusahaan telah menyiapkan budget khusus untuk influencer marketing dan 83% diantaranya mengambil budget influencer marketing dari total budget marketing mereka. Dari hasil riset tersebut dapat disimpulkan bahwa strategi influencer marketing merupakan hal yang sangat diperhatikan perusahaan untuk mendukung strategi sosial media lainnya dan pastinya untuk meningkatkan sales.

Berikutnya untuk menjawab pertanyaan Anda terkait apa saja benefit yang ditawarkan influencer marketing untuk brand, berikut beberapa keuntungannya:

1. Evergreen Content

Salah satu benefit menggunakan influencer adalah konten mereka evergreen yang artinya dapat bertahan dan eksis dalam waktu yang sangat lama. Jika Anda masih ingat, Sosis Kanzler menggunakan Sisca Kohl sebagai salah satu influencer dalam kegiatan influencer marketingnya pada tahun 2020. Hingga saat ini kontennya masih eksis dan telah membekas di benak audiens

2. Meningkatkan Penjualan

Influencer memiliki pengaruh yang luar biasa dengan audiens mereka. Sebuah survei menemukan 38% audiens mengandalkan review dari influencer sebelum melakukan pembelian online. Seperti contoh, Brand HiSmile bekerja sama dengan beberapa influencer seperti Conor McGregor, Kylie & Kendall Jenner dalam kegiatan promosinya. Alhasil, HiSmile telah melampaui US$130 juta dalam penjualan bahkan dari campaign dengan McGregor sendiri sudah menghasilkan untung 5x lipat dari total ad spend dan peningkatan customer pria sebesar 90%.

(Source: Instagram thenotoriousmma)

Terdapat banyak lagi benefit lainnya seperti brand awareness, trust, dan lainnya. Fakta ini tentunya memperkuat alasan mengapa Anda sebagai brand owner harus mempertimbangkan untuk menerapkan strategi ini. 

Pertanyaan besar yang muncul berikutnya adalah bagaimana Anda mengoptimalkan kegiatan influencer marketing? Jawabannya adalah mengintegrasikannya dengan strategi sosial media Anda.

Rachel Cihlar, Director of Influence Strategy dari TapInfluence perusahaan software influencer marketing menyatakan Don’t just use these influencers in a silo, but make it part of your whole marketing mix because there’s so much value in not only developing these relationships, but utilizing that fantastic content that they create, because that helps marketers save time and money when they’re trying to find content for their email campaigns or for their ad campaigns or even general topics that they know what works with influencers, then maybe they want to bring it into their other forms of advertising”. 

(Source: Podcast Convince & Convert)

Lalu bagaimana contoh pengintegrasiannya? Berikut cara yang bisa Anda lakukan.

1. Co-create Engaging Content & Reuse It

Saat bekerjasama dengan influencer, Anda harus bekerjasama dengan mereka sampai dengan proses perumusan konten. Mengapa? Sebagai influencer tentu mereka sangat mengenal dan mengerti jenis konten seperti apa yang memang engage dengan audiensnya, sebagai brand Anda harus menyediakan ruang untuk aspirasi influencer dengan tetap mengawasinya agar sejalan dengan pesan yang ingin disampaikan dan tujuan kampanye. Saat konten sudah terbentuk lakukan A/B testing dan lihat performanya, jika konten tersebut bekerja dengan baik, Anda bisa mulai mengoptimasinya dan menggunakan kembali konten tersebut untuk strategi sosial media lainnya.

2. Gunakan Influencer sesuai Tujuan

Cara berikutnya adalah menggunakan influencer sesuai dengan tujuan Anda. Semisal, jika Anda ingin melakukan live shopping pada platform e-commerce, menggunakan influencer yang tepat dengan value brand Anda dan menjadikannya sebagai host live shopping, tentu akan berimbas positif. Seperti contoh yang dilakukan oleh salah satu online shop @hermisencloset yang menggunakan beberapa influencer seperti Jovi Adiguna dan Milen Cyrus sebagai host live shopping-nya di Instagram dan berhasil menjual hampir seluruh produknya yang ditawarkan saat live.

(Source: Instagram Hermesiencloset)

Kesimpulan

Anda tidak bisa mengandalkan hanya strategi atau konten organik semata untuk memperkuat online presence brand Anda atau memperluas jangkauan audiens. Penting untuk membuka kemungkinan strategi sosial media marketing lainnya seperti paid ads dan influencer marketing dan mengintegrasikan ketiganya untuk mengoptimalkan kegiatan pemasaran. Jadi, apakah Anda tertarik untuk mencobanya?