Case Study Mofomofa: Dari Branding, Social Media Hingga Activation Melalui #SayangOrangutan Festival 2019

ChubbyRawit - Mofomofa Sayang Orangutan Festival

 

Penggunaan social media sebagai media promosi telah menjadi tren dan menambah pola baru dalam dunia marketing. Berbagai brand menggunakan instagram untuk menjangkau target audiens mereka. Mulai dari penjualan produk, jasa, sampai dengan brand yang memiliki tujuan untuk meningkatkan awareness mengenai pentingnya menjaga keseimbangan alam. Social media pun menjadi media untuk melakukan transaksi value to value dari berbagai aspek.

Brand mulai percaya bahwa Social Media merupakan tools yang tepat untuk meningkatkan Brand Trust. Hal ini diperkuat melalui hasil riset Wearesocial Hootsuite yang dirilis Januari 2019 dimana pengguna media sosial di Indonesia mencapai 150 juta atau sebesar 56% dari total populasi. Jumlah tersebut naik 20% dari survei sebelumnya. Dari riset tersebut juga dinyatakana bahwa social media merupakan digital marketing channel yang paling efektif baik untuk B2B maupun B2C.

 

Pengguna media social, source: wearesocial

 

source: wearesocial

 

Mofomofa at a glance

Mofomofa merupakan Brand souvenir oleh-oleh khas Indonesia yang menggabungkan dua ikon kebanggaan Indonesia, yaitu orangutan dan kain batik sebagai ciri khas dari Brand ini. Mofomofa berusaha berkontribusi terhadap keberlangsungan hidup, dengan memberikan kembali apa yang sudah diberikan bumi melalui orangutan. Terdapat donasi di setiap produk yang terjual untuk keberlangsungan hidup orangutan dan pelestarian batik Indonesia. Semakin banyak produk terjual, semakin banyak donasi untuk orangutan. Gerakan inilah yang disebut dengan Mofomofa Estafet.

Sebelumnya, Mofomofa sudah memiliki website dan social media, namun kurang optimasi. Website Mofomofa awalnya hanya berisi produk dengan user interaction yang sulit dimengerti, sehingga transaksi jarang terjadi. Begitu juga komunikasi di social media, hanya produk dan berjualan. Akibatnya interaksi dengan audiens sangat kurang.

Goals

Selain berjualan dan mendapatkan profit, Mofomofa memiliki tujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat, terutama ibu dan anak untuk melestarikan orangutan. Produk yang diciptakan Mofomofa pada saat ini juga selaras dengan ibu dan anak yaitu buku edukasi, boneka dan tas batik. Pemilihan ibu dan anak pun dielaborasikan dengan proses “regenerasi” yang akan terus terjadi. Anak menjadi jembatan untuk masa depan dalam menyampaikan pesan pentingnya melestarikan orangutan agar tidak punah serta Ibu menjadi tiang utama dalam menyebarkan pengetahuan awal tentang pelestarian orangutan.

What we do

Pada bulan Desember 2018, Mofomofa memutuskan untuk bekerjasama dengan Chubbyrawit sebagai brand consultant mereka dimulai dengan Social Media Management dan web revamp dengan tujuan Branding Mofomofa. Terjadi peningkatan pesat dilihat dari engagement rate yang semakin meningkat dari waktu ke waktu, followers dan traffic di website pun turut meningkat. ChubbRawit membuat konten yang masif dan selaras dengan brand serta berfokus kepada edukasi mengenai orangutan. Kami juga tidak melupakan promosi produk Mofomofa, tentunya dikemas dengan menarik serta menonjolkan brand identity Mofomofa itu sendiri.

Perkembangan Traffic Website Mofomofa

Users di dalam website Mofomofa mengalami kenaikan hingga 6,022.96% dengan new user naik 6,036.58%, dan session naik 6,786.98%. Returning visitor naik 15.5%; dari 16 user menjadi 2,885 user yang berarti sudah ada 2000 user yang mulai aware dengan brand dan web mofomofa.com

Bersama ChubbyRawit, engagement rate Instagram Mofomofa selalu mencapai Good Engagement Rate setiap bulannya bahkan sempat menyentuh Very High Engagement Rate. Followers Mofomofa di Instagram pun mengalami peningkatan, sebelum bekerjasama dengan ChubbyRawit hanya sekitar 317 Followers, tetapi setelah bekerjasama jumlah followers Mofomofa terus meningkat hingga menyentuh 2.470 Followers, begitu juga dengan laman Facebook dari 200 fans, kini memiliki 2.480 Followers.

Perkembangan Engagement rate Instagram Mofomofa:


Perkembangan Followers Instagram dan Fans Facebook Mofomofa:

 

#Sayangorangutan Hashtag

Key Message #SayangOrangutan, merupakan pesan utama Mofomofa yang sejak awal dibentuk oleh ChubbyRawit. Sejak Desember 2018 kami konsisten mengkomunikasikan pesan ini melalui konten edukasi tentang orangutan baik di social media maupun di website Mofomofa.

Mengapa memilih #SayangOrangutan sebagai Key Message? Karena, kami beranggapan bahwa untuk memiliki kepedulian terhadap sesuatu dimulai dengan “menyayangi” terlebih dahulu. Keberadaan orangutan memiliki jarak yang cukup jauh karena orangutan merupakan hewar liar dan diidentikkan dengan hal-hal menyeramkan seperti pemburuan orangutan dan eksploitasi orangutan. Di satu sisi, Orangutan merupakan individu yang sebenarnya menjaga hutan kita dan justru berperan sebagai penyeimbang ekosistem. Peran – peran orangutan yang tidak diketahui inilah yang ingin kami kenalkan ke khalayak luas melalui konten digital yang dikemas secara menarik, menyenangkan dan jauh dari kekejaman, dengan harapan khalayak dapat mengenal dan akhirnya sayang akan orangutan. Kami menggunakan key message #SayangOrangutan untuk menghilangkan stigma dan menumbuhkan kepedulian terhadap orangutan.

Bukan hanya dari segi komunikasi, Ibu Seruni sebagai founder Mofomofa, kami lihat sangat berdedikasi untuk Orangutan. Rasa sayangnya akan orangutan begitu terpancar, layaknya seorang Ibu untuk orangutan. Akhirnya, sebutan “Momou” untuk founder Mofomofa pun dibentuk agar audiens merasa memiliki kedekatan dengan founder, dan pesan #sayangorangutan dapat tersalurkan dengan baik

#SAYANGORANGUTAN FESTIVAL

Sayang Orangutan Festival menjadi salah satu brand activation yang menjembatani proses branding Mofomofa, sekaligus sebagai perayaan hari Orangutan Dunia yang jatuh tepat satu hari setelah acara terlaksana, yaitu tanggal 19 Agustus 2019. Festival ini diharapkan dapat menjadi momentum yang tepat untuk meningkatkan awareness serta menjadi salah satu strategi untuk menyebarkan pesan #SayangOrangutan yang lebih masif. oleh khalayak yang lebih luas dan tingkat kesadaran khalayak akan pelestarian orangutan semakin tinggi. Terlebih tanggal 19 Agustus merupakan hari Orangutan Dunia Hal lain yang melatarbelakangi terciptanya Sayang Orangutan Festival yaitu karena audiens Mofomofa melalui media sosial sudah terbentuk hanya saja jumlahnya dirasa masih belum cukup banyak masih sangat sedikit. Maka dari itu, festival ini dapat menjadi momentum yang tepat untuk meningkatkan awareness serta menjadi salah satu strategi untuk menyebarkan pesan #SayangOrangutan yang lebih masif.

Memasuki bulan Juni 2019, ChubbyRawit mulai fokus mempromosikan acara #Sayangotangutan Festival lebih variatif dan masif. Selain konsisten memberikan konten edukasi dan acara yang dikemas fun dan interaktif, kami juga mengadakan Mofomofa Dance Challenge berhadiah uang tunai dan tiket #sayangorangutan festival gratis di social media Mofomofa untuk menarik partisipasi khalayak agar lebih aware dengan acara ini. Kebetulan, Mofomofa telah memiliki aset jingle sebelumnya, sehingga jingle ini pun kami manfaatkan untuk Mofomofa Dance Challenge dan selalu kami gunakan sebagai theme song promosi Mofomofa.

 

Untuk menambah semarak dance challenge, sekaligus promosi acara, setiap hari minggu sebelum Hari H, panitia bersama Volunteer Sayang Orangutan Festival rutin mengikuti CFD yang diisi dengan flashmob panitia melakukan dance Mofomofa. Mengingat target market Mofomofa secara khusus adalah Ibu dan anak, maka Konsep Festival dikemas dengan Fun Run & Walk yang dapat diikuti oleh keluarga maupun individu. Konsep Fun Run & Walk pun dipilih karena acara diadakan pada hari Minggu, 18 Agustus 2019, bertepatan dengan Car Free Day (CFD) dan lokasi Sarinah Thamrin dirasa sangat pas untuk dijadikan venue Mofomofa Sayang Orangutan Festival karena berada di pusat ibukota.

Selain untuk meningkatkan brand awareness Mofomofa, #Sayangorangutan festival memiliki misi untuk memulangkan Orangutan kembali ke habitanya. Mofomofa tentunya tidak sendirian dalam memulangkan orangutan. Mofomofa bekerjasama dengan BOSF (Borneo Orangutan Survival Foundation) untuk menyalurkan dana yang terkumpul selama acara. CEO BOSF Bapak Martin dan Davina Veronica sebagai campaigner BOSF turut hadir dalam Festival ini dan memberikan edukasi tentang orangutan, serta peran BOSF dalam melestarikan orangutan. Sejumlah pengisi acara ternama, juga turut meramaikan acara ini, seperti Aming, Vicky Burky, Abirama, PRIA, Trio Local, Raben dan lainnya.

The Takeaways

  • Penggunaan hashtag #SayangOrangutan adalah bagian utama dari kampanye untuk mendorong keterlibatan audiens dengan brand.

  • Social Media Management dimulai pada bulan Desember 2018 merupakan salah satu cara pengenalan atau meningkatkan awareness terhadap Brand Mofomofa.

  • Penyelarasan komunikasi baik tulisan, visual maupun audio visual mulai dari website dan social media merupakan hal penting untuk menjaga konsistensi branding Mofomofa.

  • Social Media Advertising yang terus dijalankan dari awal berfungsi untuk membangun audience atau komunitas dan meningkatkan brand awareness Mofomofa dalam ranah digital.

  • Bentuk activation berupa Sayang Orangutan Festival menjadi cara untuk memperluas target audiens dan meningkatkan awareness lebih luas lagi.

Berperan sebagai Brand Consultant, ChubbyRawit turut membuat segala bentuk visual dan konten komunikasi di luar ranah digital, seperti pembuatan proposal acara dan press release baik sebelum acara maupun setelah acara.

ChubbyRawit adalah digital marketing agency yang percaya akan kekuatan komunikasi, kolaborasi dan teknologi. Kami membantu merumuskan key message untuk Anda lalu diimplementasikan melalui platform digital untuk memasarkan bisnis Anda. Tertarik untuk bekerjasama dengan kami? Silahkan tinggalkan kontak Anda pada form contact us. Konsultan kami dengan senang hati akan membantu Anda.