Apa itu Online Advertising? (Bagian #2)

Setelah Anda mengetahui lima jenis online advertising pada artikel sebelumnya. Berikut 6 pilihan lain dalam online advertising.

#6. Banner Ads

Banner Ads adalah iklan berbasis gambar yang sering muncul di bagian samping, atas, dan bawah situs. Banner ads merupakan salah satu bentuk online advertising yang dominan dan produktif serta pionir dari bentuk online advertising lainnya. Dengan ukuran banner ads standar 468 × 60, pemilik bisnis atau brand dapat dengan mudah mengamankan penempatan iklan di sebagian besar situs

Biasanya, banner ads berisi teks, gambar, atau terkadang animasi yang ‘mengganggu’ yang seringkali membuat sulit untuk fokus pada konten di sebuah website. Banner ads bekerja saat konsumen meng-klik iklan tersebut, maka konsumen diarahkan ke website pengiklan alias perusahaan atau brand. Banyak website yang memasarkan ruang iklan mereka dengan pertukaran iklan seperti Google Display Network, atau Anda dapat membeli ruang iklan dengan cara yang sama seperti membeli iklan di koran.

#7. Native Ads

Native ads adalah bentuk iklan media berbayar yang sering diadopsi oleh konten marketer atau bisa disebut sebagai konten bersponsor. Beberapa contohnya adalah tweets yang dipromosikan di Twitter, menyarankan posting di Facebook, dan rekomendasi konten berbasis editorial dari platform penyedia konten. Konten marketer semakin beralih ke native ads karena dianggap lebih baik dalam membangun kepercayaan dan keterlibatan dengan calon pelanggan daripada display ads tradisional.

#8. Pop-up Ads

Photo by Neil Patel

 

Pop-up ads adalah pop-up window yang digunakan untuk iklan. Biasanya, pop-up ads memiliki berbagai bentuk dan ukuran serta muncul di jendela browser dengan perintah Close, Minimize dan Maximize. Cara kerjanya, saat user atau konsumen bertindak seperti seperti meng-klik mouse, sebuah jendela yang berisi tawaran untuk beberapa produk atau layanan muncul di latar depan antarmuka visual.

#9. Email Ads

 

GSP Example

Email ads adalah iklan yang masuk dalam inbox (kotak masuk) email Anda dan  dapat ditemukan di tab Promosi. Contohnya, Gmail Sponsored Promotions (GSP). Dengan email ads ini memungkinkan Anda menargetkan pengguna dengan penargetan yang canggih dan high impact. Anda juga dapat menyertakan tautan ke situs eksternal, app store, atau click-to-call. Ada dua bagian kreatif dari bagian email ads yaitu teaser ads dan expanded ads. Teaser ads biasanya berisi logo atau nama perusahaan, tajuk utama, serta body text.

#11. Video Ads

Video ads semakin populer seiring kecepatan internet yang lebih baik dan pesatnya dunia digital membuatnya cepat dan mudah untuk menonton video di website. Placement-nya juga semakin beragam, jika dahulu video hanya dapat disiarkan di TV, sekarang Video bisa diiklankan di Facebook, YouTube, atau Instagram. Video ads yang paling sukses adalah memilih konten edukasi dan konten video yang secara alami menarik bagi pengguna. Dengan kata lain, hindari hard selling dengan menghindari iklan yang mencolok. Dan pergunakan cara soft selling dengan beberapa saran produk yang disembunyikan secara diam-diam.

#12. Interstitial Ads

pic from marketingland.com

 

Interstitial ads muncul di jendela browser saat pengguna meng-klik tautan ke laman website baru. Iklan akan muncul beberapa saat sebelum halaman website yang dimaksud dimuat. Banyak interstitial ads yang ditutup secara otomatis dan membiarkan halaman yang dimaksud dibuka di jendela browser yang ada.

Nah, ternyata banyak bukan jenis online advertising. Yang pasti, apapun kebutuhan iklan Anda, selalu ada solusi untuk bisnis Anda. Bila Anda belum siap mengeluarkan uang, Anda bisa memulai dengan strategi iklan gratis atau organic dengan SEO dan konsisten mengedukasi lewat konten di social media. Namun bila Anda sudah siap untuk berbelanja iklan berbayar, cobalah salah satu dari jenis iklan online ini seperti banner ads, SEM, iklan social media berbayar atau iklan video. Sesuaikan saja dengan budget, target pasar serta tujuan Anda beriklan. So, happy choosing!