5 Tren Social Media di Tahun 2019

Bulan Januari 2019 sudah hampir berakhir, namun belum terlambat bagi kamu untuk tahu apa yang akan menjadi tren di Social Media pada tahun 2019.

Sekarang, platform social media sudah menjadi kebutuhan brand untuk dapat menjangkau pelanggan dimana mereka dapat mengajukan pertanyaan, memberikan pujian, dan keluhan. Saat ini, tidak ada lagi bisnis yang mengabaikan pentingnya kehadiran social media, karena hal itu mempengaruhi cara orang memandang brand atau bisnisnya. Lalu, apa saja trend social media di tahun 2019 yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kesuksesan brand Anda?

#1 User Generated Content Masih Hot Bagi Brand

User generated content pada salah satu client ChubbyRawit @mofomofaestafet

User generated content (UGC) masih bisa Anda andalkan di tahun 2019 karena keterlibatannya yang lebih otentik. Anda tak perlu lagi menghabiskan berjam-jam membuat konten social media dengan harapan audiens Anda akan menyukainya.

Anda bisa mulai dengan mencari konten terbaik dari followers Anda, dan mempertimbangkan untuk menampilkan konten tersebut di akun social media bisnis Anda. Jangan lupa sertakan penghargaan kepada pembuatnya dengan memberikan kredit pada foto atau caption. Pada saat social reach organik sedang menurun, berbagi konten otentik langsung dari audiens Anda dapat membantu Anda terhubung dengan followers Anda dan membangun hubungan yang lebih kuat dengan mereka.

 

 

#2 Social Listening Menjadi Kebutuhan di 2019

Social Media listening pada salah satu klien kami @ultraderma_id

Apa pentingnya social listening di tahun 2019? Ya, social listening menjadi salah satu layanan pelanggan dan manajemen reputasi. Outputnya apa lagi kalau bukan untuk menghasilkan pelanggan dan social selling.

Social listening (monitoring) adalah tindakan merayapi platform web dan social media untuk menemukan semua mention brand atau keyword lainnya. Ini termasuk mention brand tanpa tag di social media, mention keyword yang menandakan minat untuk membeli produk, mention di blog, forum, dan situs berita. Selain itu, social listening melibatkan analisis percakapan, frasa, dan detail spesifik lainnya pada halaman social media brand Anda dan bahkan pesaing.

Dengan social listening memungkinkan Anda mengidentifikasi pola dan mengumpulkan interpretasi yang berarti dari data mereka. Anda data menggunakan interpretasi ini yang sangat bermanfaat bagi kampanye marketing Anda di masa depan dan memberi Anda keunggulan atas brand lain yang memilih menggunakan sosial media untuk menyebarkan pesan daripada melibatkan followers.

Selain itu, Anda sebagai marketer dapat menemukan orang yang mencari layanan persis yang Anda tawarkan di social media. Apalagi, dengan banyaknya orang yang akan berbagi rasa frustasi, ide tau bahkan memberikan rekomendasi atau review secara online, maka penggunaan social listening menjadi penting bagi brand Anda di tahun 2019.

#3 Micro Influencer

Mikro influencer ChubbyRawit
Kolaborasi big dan mikro influencer

Jika di tahun 2017-2018 influencer besar, KOL, artis menjadi senjata utama, di tahun 2019, kolaborasi antara KOL dengan micro influencer menjadi tren utama. 

Mengapa micro influencer? Dengan banyaknya jumlah influencer di social media yang terus meningkat dari waktu ke waktu, harga layanan mereka juga pasti akan meroket. Selain itu terkadang karena sudah banyaknya endorsed, sekarang customer sudah semakin tahu hal tersebut dibayar. Sedangkan jika dengan micro influencer hal ini masih jarang, jadi masih dianggap honest review.

Berbeda dengan influencer besar, micro influencer ada di setiap ceruk pemasaran. Biasanya, mereka memiliki followers kurang dari 10.000 orang, tetapi sebagian besar followers mereka benar-benar tertarik dengan apa yang mereka katakan. Dan micro influencer biasanya memiliki engagement yang cukup tinggi karena sering dianggap ahli dalam niche mereka.

#4 Instagram Stories Masih Bisa Jadi Andalan

Stories Langit 7 Bidadari

Di tahun 2018 lalu, beberapa brand atau bisnis sudah membuktikan sendiri bahwa Instagram Stories telah menjadi cara populer untuk secara konsisten memperbarui profil, membuat followers tetap terlibat, dan, dalam beberapa kasus, bahkan meningkatkan followers.

Dan Anda juga tidak perlu berinvestasi besar dalam membuat konten Instagram Stories. Anda dapat berbagi gambar atau video behind the scene yang memberi audiens Anda sekilas nilai-nilai dan budaya brand atau Bisnis Anda dengan biaya minimal bahkan gratis. Anda juga dapat melakukannya sesering yang Anda inginkan tanpa membanjiri followers Anda dengan belasan postingan dalam sehari.

#5 Video Content Masih Mendominasi

Di tahun 2019, konten video diperkirakan masih mendominasi pasar, bahkan mencapai 80% dari apa yang kita konsumsi online akan segera menjadi konten video. Terutama untuk live video atau streaming konten. Karena sifatnya yang otentik dan hanya sesaat, justru membuat live video ini menjadi sangat menarik dan bermakna bagi pengguna social media.

Dengan live video akan meningkatkan persepsi kepercayaan dan relevansi suatu brand. Tentu saja hal ini adalah tren yang tidak ingin Anda abaikan bukan? Apalagi dengan semakin mudahnya pembuatan film atau video singkat. Audiens atau followers Anda pun akan memaklumi bila live video yang secara spontan memiliki kualitas yang kurang baik. Setidaknya, dengan live video ini Anda bisa berusaha menghindari masalah teknis yang mengganggu jika memungkinkan agar kualitasnya tetap baik.

Walaupun ada beberapa tren yang mungkin sudah Anda kuasai di tahun lalu, tapi selalu perhatikan apa yang dikatakan dan dilakukan oleh social media speakers, pemimpin lain di industri Anda, dan sumber konten lainnya sehingga Anda bisa mempersiapkan untuk perencanaan anggaran tahun 2019. Jangan takut untuk merombak strategi yang gagal dan memilah yang terbaik.

Bingung memulai dari mana? Tinggalkan kontak Anda pada kolom kontak di bawah, konsultan ChubbyRawit dengan senang hati membantu membangun strategi social media untuk brand Anda.