10 ALASAN KEGAGALAN INSTAGRAM MARKETING - CHUBBYRAWIT BLOG

Instagram memiliki banyak nilai potensial bagi marketer atau pemilik perusahaan, bukan hanya karena basis penggunanya yang besar — tetapi Instagram merupakan sarana yang tepat untuk storytelling dengan visual yang lebih menarik  untuk keterlibatan followers dengan brand Anda.

Tapi menjadi sukses di Instagram tidak sesederhana membuat akun dan posting konten. Lebih dari itu, social media marketer harus menemukan cara untuk mendapatkan daya tarik di antara pengguna yang sepenuhnya tertarik pada selebgram serta brand global yang memiliki anggaran pemasaran tak terbatas

Ada baiknya, Anda mengevaluasi kembali strategi pemasaran Instagram dan menentukan apakah Anda membuat salah satu dari 10 kesalahan dari daftar ini serta memperbaiki kesalahan tersebut dengan tips dan trik tersebut.

#1 Salah Audiens

Mau sehebat apapun kontennya, jika Anda menyapa pemirsa yang salah, maka hentikanlah dan perbaiki. Sebelum mengembangkan konten apa pun, tim marketer diwajibkan meluangkan waktu untuk memikirkan kebutuhan dan keinginan target audiens mereka. Lalu mereka mengkonfirmasi melalui riset pasar bahwa target audiens memang membutuhkan dan menginginkan hal-hal tersebut. Setelah pemahaman tentang audiens ini diterapkan, para marketer mulai dapat membuat strategi konten.

#2 Mengabaikan Data

Pengguna Instagram terus berkomunikasi dengan Anda. Tapi bila Anda tidak mengumpulkan data yang sesuai, Anda secara otomatis akan mengabaikan pesan mereka. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda bisa memanfaatkan alat analitik Instagram sebagai cara yang baik untuk melakukan penelitian berkelanjutan untuk memahami apa yang beresonansi dan tidak dengan audiens target Anda.

Menggunakan alat analitik pihak ketiga membuat Anda dapat menentukan jenis konten apa yang paling berhasil dan kapan konten ini harus dipublikasikan untuk mencapai eksposur maksimum. Selain itu, dari analitik dapat digunakan untuk mendongkrak pertumbuhan followers dengan strategi tertentu, sehingga lebih mudah untuk membuat penyesuaian strategi yang efektif secara waktu nyata.

#3 Konten Homogen

Konten yang homogen membuat audiens Anda bosan. Ada baiknya bila Anda meluangkan waktu beberapa menit untuk menjelajahi konten yang dibuat oleh beberapa brand terkemuka dunia yang memiliki strategi marketing Instagram yang sukses.  Anda pun akan segera menyadari bahwa konten brand tersebut beragam dalam bentuk dan konsisten dalam pesan.

Banyak social media marketer yang membuat kesalahan dengan beranggapan bahwa konten harus seragam agar loyal terhadap suara brand tertentu. Tapi ternyata, ini sebuah kesalahan. Nyatanya, brand ternama seperti Nike dan Netflix mengkomunikasikan pesan yang konsisten dalam berbagai format konten sehingga dapat memuaskan para followers yang mungkin akan bosan dengan strategi konten yang homogen.

#4 Mengabaikan Influencer Marketing

Merangkul influencer tanpa Anda sadari dapat dengan cepat menaikkan brand awareness bahkan hingga penjualan bisnis Anda dalam industri. Sebuah penelitian menemukan bahwa 96 persen marketer yang menggunakan strategi influencer marketing percaya bahwa strategi ini cukup efektif. Ada baiknya Anda mempertimbangkan kembali strategi marketing Anda dengan memasukkan influencer marketing untuk mendongkrak brand Anda.

#5 Kesalahan dalam Memahami Algoritma Instagram

Cara hebat untuk mengembangkan pengikut Instagram adalah dengan mengembangkan konten yang diperkuat secara organik melalui algoritma feeds Instagram. Konten yang diposting pada waktu yang tepat dan menerima engagement secara signifikan dalam bentuk like, komentar, dan share lebih mungkin ditempatkan secara jelas di feed Instagram pengguna lain dan di tab Explore.

#6 Melupakan User Generated Content

Alasan ini cukup penting karena pembeli lebih percaya pada ulasan online. Oleh sebab itu, keberadaan user generated content pun menjadi semakin populer. Sebuah penelitian yang dipublikasikan AdWeek menemukan bahwa hingga 47 persen pengguna social media lebih mempercayai user generated content saat membuat keputusan pembelian.

47% Pengguna social media lebih mempercayai user generated content saat membuat keputusan pembelian – AdWeek Social Media Studies.

Jadi, para marketer dengan platform Instagram harus mempertimbangkan untuk menemukan dan membagikan kembali user generated content sebagai cara untuk berterima kasih atas dukungan mereka dan mengembangkan kepercayaan followers. Salah satu brand yang sukses memanfaatkan keberadaan user generated content pada Instagram adalah Go-Pro dan BMW.

 #7 Berfokus Pada Penjualan atau Bottom of The Funnel

Tak dapat dimungkiri, beberapa marketer bahkan pemilik brand/bisnis menjadi sangat terobsesi untuk menghasilkan ROI yang jelas dari social media marketing yang telah dijalankan. Mereka melupakan tentang menciptakan buyer’s journey yang efektif.

Meskipun memang benar bahwa Instagram dapat digunakan untuk mendorong aksi bottom up the funnel seperti melakukan pembelian, tapi Instagram jauh lebih baik digunakan untuk membangkitkan brand awareness atau tindakan top-of-the-funnel. Hal ini disebabkan oleh followers Instagram yang ingin terhubung dengan brand yang menghasilkan konten yang menyenangkan dan unik, bukan brand yang menggunakan pendekatan yang berat.

Instagram jauh lebih baik digunakan untuk membangkitkan brand awareness atau tindakan top-of-the-funnel.

#8 Mengabaikan Strategi Kompetitor

Jika pesaing Anda telah mengembangkan strategi pemasaran Instagram yang luar biasa, hal ini mungkin bisa menjadi tantangan besar bagi akun Anda untuk terhubung dengan target audiens yang sama.

Untuk itu, sebelum membuat perubahan pada strategi yang ada, pastikan untuk mengumpulkan data kompetitif untuk memahami apakah pesaing menang atas target audiens Anda. Bila ternyata iya, berarti sekarang saatnya mengembangkan strategi yang menciptakan pengalaman berharga yang unik bagi anggota target audiens Anda, daripada strategi yang meniru apa yang sudah dilakukan akun lain.

#9 Mengabaikan Instagram Stories

Instagram Stories saat ini menjadi salah satu bagian dari strategi digital marketing dalam platform Instagram. Pasalnya lebih dari 300 juta orang telah menggunakan Instagram Stories, meskipun fitur tersebut tergolong baru. Trend ini pun akan terus naik dimana akan ada lebih banyak orang yang akan menggunakan Stories untuk terhubung dengan teman dan brand. Apalagi sudah banyak brand dan perusahaan yang sudah menggunakan Instagram Stories untuk mengumumkan produk baru, mendorong pengguna Instagram ke halaman web perusahaan, menunjukkan behind the scene bahkan menggelar polling untuk followers.

#10 Mengesampingkan Instagram Ads

Tahukah Anda bahwa lebih dari 2 juta brand atau perusahaan telah berinvestasi pada Instagram Ads tahun ini, dan jumlah itu diperkirakan akan meningkat secara signifikan di tahun mendatang. Marketer yang kesulitan terhubung dengan target audiens harus mempertimbangkan investasi dalam Instagram Ads untuk mendapatkan traksi awal.

Mengembangkan strategi social media marketing yang sukses di Instagram merupakan tantangan, terutama bagi startup dan bisnis kecil. Tapi tak perlu sedih, dengan strategi yang tepat, hasilnya bisa luar biasa. Beberapa bisnis kecil telah menghasilkan sejumlah besar pendapatan sebagai hasil dari kampanye pemasaran Instagram yang baik. Pastikan untuk mengikuti beberapa tips dan trik diatas untuk menumbuhkan pengikut dan melibatkan pengikut yang ada agar strategi Anda sukses. Selamat mencoba!

Anda tertarik dan ingin segera terjun melakukan pemasaran di Instagram? Tinggalkan pesan Anda pada formulir contact us di bawah. Konsultan ChubbyRawit akan segera menghubungi dan membantu meningkatkan performa Social Media Marketing Anda.