UKM GO DIGITAL 2020

 

blankUntuk menjadi negara berpenghasilan menengah pada tahun 2025, Indonesia harus mampu menumbuhkan ekonomi tahunannya sebesar 2 persen. Target tersebut bisa dicapai salah satunya dengan adanya keterlibatan digital pada UKM. Riset yang dilakukan Google dengan Deloitte Access Economics terkait UKM pemicu kemajuan perekonomian Indonesia ini membuat pemerintah terus menggencarkan program-program UKM go digital.

Namun, melihat data dari Kemenkop UKM, dengan jumlah 59,2 juta UKM yang ada di Indonesia, hanya sekitar 8 persen atau 3,79 juta saja yang sudah go digital. Minimnya informasi, serta kurangnya pendampingan dan fasilitas, hingga SDM yang tidak terlatih menjadi alasan para pelaku UKM enggan beralih ke digital.

Jadi, sebenarnya Indonesia bisa tidak mencapai target tersebut? Tentu bisa dong! DIMULAI DARI ANDA!

blank

Anda tentu tahu betul peranan penting UKM bagi perekonomian Indonesia terutama perekonomian sektor bawah. Tingginya penyerapan tenaga kerja, hingga pemasukan devisa bagi negara menjadikan UKM tidak bisa dipandang sebelah mata. Terbukti pada tahun 2017 devisa yang dihasilkan pelaku UKM mencapai Rp88,45 miliar, meningkat delapan kali lipat dari angka tahun sebelumnya. Selain itu, UKM telah berkontribusi menyumbang 59 persen pada perekonomian negara. Angka-angka tersebut tentu tidak datang begitu saja. Itu salah satu hasil usaha Anda sebagai pelaku UKM dalam mempertahankan bisnis. Menandakan pentingnya keberadaan UKM dalam laju perekonomian Indonesia.

Lalu, apakah Anda tidak menginginkan bisnis yang lebih berkembang? Menaikkan level bisnis Anda menjadi bisnis besar bukan lagi angan-angan jika dibarengi usaha digital. Pemanfaatan digital tidak hanya diperuntukkan untuk perusahaan besar saja. Justru kekuatan digital menjadi salah satu faktor pendukung bisnis bisa menjadi besar.

Pertumbuhan transaksi digital semakin meningkat tajam, masyarakat tidak ragu berbelanja secara online, hampir 60,5 persen dari jumlah penduduk Indonesia merupakan online shopper aktif. Hal ini, tentu saja perlu dibarengi dengan pasar online yang juga mesti berkembang. Dengan mendigitalisasi bisnis Anda, Anda turut hadir secara online mempermudah pembeli menemukan bisnis Anda dan lebih memperluas jangkauan bisnis Anda hingga ke pelosok negeri bahkan hingga luar negeri.  

blank

Banyak pebisnis UKM yang sudah merasakan dampak luar biasa dari berbisnis melalui digital. Kisahnya datang dari salah satu pebisnis di bidang fashion, yakni Yasa Singgih owner Men’s Republic. Sudah memulai bisnis sejak SMA, Yasa menjajal berbagai bidang bisnis mulai dari konveksi hingga kuliner namun tidak ada yang berhasil. Akhirnya ia memilih fokus berbisnis di bidang fashion setelah menyelesaikan bangku SMA. Yasa mengoptimalkan pemasaran secara digital dengan berjualan di banyak platform, seperti social media Facebook, Twitter bahkan BBM ketika masih hits pada saat itu dan berbagai situs e-commerce.

Dengan menggabungkan strategi marketing secara online dan offline, kini produknya dapat mencapai omzet hingga Rp200 juta. Prestasi ini membuat dirinya masuk sebagai 30 Under 30 versi majalah Forbes tahun 2016.

Itulah mengapa UKM mesti go digital saat ini. Mumpung masih suasana tahun baru 2020, sudahkah memasukkan resolusi mengenai bisnis Anda go digital tahun ini? Jangan takut untuk masuk ke dunia digital karena hal ini sudah menjadi kebutuhan semua pebisnis. Tidak hanya untuk usaha besar, tentu usaha kecil pun bisa ikut bersaing menghadapi era digital. ChubbyRawit siap membantu membawa bisnis Anda go digital.