Seimbangkan Otak Kanan dan Kiri Agar Pemasaran Efektif

Warna apa yang Anda lihat dari gambar sepatu di atas? Kombinasi abu-abu dan biru tosca, atau putih dan merah muda? Konon, kalau Anda melihat sepatu tersebut berwarna abu-abu dan biru tosca maka kerja otak kiri Anda yang lebih dominan. Sementara jika Anda meilihat kombinasi warna merah muda dan putih, maka otak kanan Anda yang lebih dominan. Menarik bukan?

Sejak tahun 1960-an, Roger Sperry, seorang neuropsikolog, sudah membagikan hasil penelitiannya tentang teori perbedaan fungsi otak kanan dan kiri. Otak kanan berfungsi untuk emotional quotient (EQ) atau segala sesuatu yang berhubungan dengan sosialisasi, komunikasi, interaksi manusia, dan sumber beragam kegiatan kreatif dan seni seperti menari, menyanyi, menggambar, juga musik. Kemampuan menafsir intonasi lawan bicara juga ada di otak kanan.

Sedangkan otak kiri merupakan pusat dan intelligence quotient (IQ) atau lebih berhubungan dengan rasio dan logika manusia. Kemampuan menulis, membaca, dan pusat fungsi matematika ada di otak kiri. Itu kenapa, orang yang pandai matematika dikatakan lebih dominan fungsi otak kirinya. Analisa dan proses logis banyak dilakukan dengan otak kiri. Konon, orang-orang yang dominan menggunakan otak kiri, lebih logis dalam pengambilan keputusan serta melakukan perhitungan matang.

Sebagai pengusaha, sisi otak bagian mana yang harus dioptimalkan? Tentu saja dengan menyeimbangkan penggunaan keduanya.

Tiga tips berikut ialah bagaimana mengoptimalkan otak kanan dan kiri dalam memasarkan dan menjalankan bisnis Anda.

#1 Membagi proses

Layaknya kerja otak kanan dan kiri, untuk menghindari terlalu banyak fokus pada satu hal, buat proses pengembangan pemasaran Anda dalam dua tahap. Pertama, tahapan kreatif seperti untuk brainstorming, membangun konten, membuat visual, sampai hal yang bersifat analisis. Kedua, tahap analisis, seperti melakukan pelaporan atau mengetahui segmentasi pasar. Jika kedua tahap dilakukan oleh tim berbeda, Anda mesti memastikan kedua tim saling berkoordinasi.

#2 Berkomitmen

Berkomitmenlah untuk menyeimbangkan kegiatan otak kiri dan kanan. Jika perusahaan Anda terlihat tidak seimbang, artinya perusahaan butuh perubahan dalam hal budaya dan operasi. Cara terbaik untuk melakukan perubahan ialah dengan menjadi teladan. Tunjukan komitmen Anda untuk melakukan perubahan dan komitmen untuk menyeimbangkan kegiatan otak kanan dan kiri.

#3 Seimbang membangun tim

Ketika merekrut atau melakukan promosi carilah individu yang menunjukan kemampuan untuk menyeimbangkan kedua fungsi otak. Selain itu, dorong anggota tim yang dominan otak kiri dan otak kanan untuk berkolaborasi. Cari tahu apa pelatihan yang cocok untuk masing-masing.

Pemasaran atau marketing memang sering dianggap sebagai kegiatan otak kanan karena menuntut kreativitas dan kemampuan artistik. Tapi ingat, untuk mengetahui apakah kampanye pemasaran Anda efektif, Anda butuh data dan analisis yang banyak dilakukan oleh otak kiri. Jadi jika Anda tidak bisa menyeimbangkan kerja otak Anda maka carilah tim yang dapat mendukung otak dominan Anda.