Pentingnya Belajar dari Kompetitor Bisnis

Pepatah bijak berkata, hidup itu perkara memilih. Setidaknya, setiap pagi Anda harus memilih ingin mengenakan baju apa untuk ke kantor, lalu memilih semangkuk sereal atau sepiring nasi goreng sebagai menu sarapan, sampai memutuskan ingin berangkat dengan kendaraan pribadi atau transportasi publik untuk berangkat.

Sementara ketika di ruang publik, pilihan semakin membingungkan. Misalnya, mau ngopi di gerai ternama, atau di kedai kopi kecil. Termasuk memilih tempat belanja, entah ke hipermarket atau minimarket macam Alfamart atau Indomaret, Anda harus tetap memilih.

Fenomena pertarungan kedua ritel Alfamart dan Indomaret memang sudah lama terjadi dan bukan rahasia umum lagi. Pertarungan paling kasat mata ialah soal lokasi. Di mana Alfamart berada di situ pula Indomaret hadir. Begitu juga sebaliknya.

Ada konsumen yang acak saja memilih di antara keduanya. Tapi ada juga yang jeli membandingkan mana yang menawarkan harga lebih murah, bahkan Rp500 perak saja penting. Lalu, gerai mana pula yang menawarkan promo dan diskon menarik, sampai gerai mana yang pelayanan tokonya paling ramah.

Persaingan tak hanya terjadi di bisnis tradisional, di dunia digital justru lebih ketat bahkan sampai perang harga. Bagaimana tidak, semua begitu transparan di dunia digital, tidak suka barang di toko yang satu, Anda tinggal buka tab baru di komputer, laptop atau tablet Anda lalu klik toko online lainnya.

Kalau sudah perang harga seperti ini, tips dari ChubbyRawit sebaiknya fokus-kan bisnis Anda pada valuenya. Misalnya, jika Anda menjual produk, pastikan website Anda user friendly alias memudahkan bagi konsumen. Lalu buat promo yang meningkatkan loyalitas pelanggan, dan sebaiknya menyediakan layanan refund yang mudah.

Sementara, kalau Anda menawarkan jasa berarti Anda harus memastikan kualitas servis yang ditawarkan prima. Mulai dari kecepatan atau responsif melayani klien, bisa juga dengan menyediakan layanan konsultasi, dan jangan lupa, berikan lebih dari yang Anda janjikan.

Kompetisi di dunia digital sangat ketat karena sangat mudah diakses dan transparan

Artinya berbisnis tradisional ataupun berbasis digital, kompetisi bisnis sama menantangnya. Memang wajar, sebagai pelaku bisnis Anda mengeluhkan pertarungan bisnis yang ketat, tapi percayalah kehadiran kompetitor justru membuat dunia usaha kian dinamis. Ini dia 5 alasan mengapa kompetitor itu penting

#1 Terpacu berinovasi

Menjadi satu-satunya di bidang bisnis tertentu tentu menyenangkan dan terasa aman. Hanya saja tanpa disadari kita akan terjebak di zona nyaman, karena terlena dengan kondisi yang ada. Hadirnya kompetitor justru akan memicu lahirnya ide-ide dan inovasi bisnis baru.

Picture: Vulcan Post

#2 Menghidupkan adrenalin

Penelitian menyebutkan, olahraga ekstrim yang memacu adrenalin bisa meningkatkan kreativitas. Demikian juga di dunia bisnis, adanya kompetitor membuat adrenalin Anda terpacu, ada ketegangan yang justru memicu lahirnya ide-ide kreatif.

Paling seru menyimak bagaimana dua transportasi berbasis online di Indonesia yakni Grab dan Gojek berkompetisi.

Anda pasti merasakan donk, tarif dasar transportasi online disesuaikan, sementara Grab memanfaatkan fasilitas OVO yang menawarkan beragam promo sehingga kenaikan tarif tidak dirasa memberatkan. Gojek memilih fokus pada kreativitas di konten marketing.

Salah satunya, sebelum masuk bulan puasa akun Instagram Gojek sempat kosong dan kemudian viral akunnya diduga jadi korban peretas. Tapi ternyata, itu disengaja, Gojek ingin menyampaikan pesan untuk membersihkan diri sebelum puasa tiba. Dengan begitu, perhatian konsumen pada kenaikan tarif jadi teralihkan, selain juga Gojek menawarkan banyak promo di dalam aplikasinya secara langsung

#3 Meningkatkan pelayanan

Buat penikmat film, di masa lalu kita tidak punya pilihan nonton bioskop selain di jaringan Cinema XXI (dulu kita kenal sebagai jaringan bioskop 21). Kalaupun ada bioskop ‘pinggiran’ bisa dipastikan film yang diputar biasanya film-film ‘panas’.

Sampai, kira-kira 10 tahun terakhir, dominasi jaringan 21 berakhir, bioskop lain seperti CGV Blitz, Cinemaxx, Platinum bermunculan. Nama-nama ini menawarkan pengalaman menonton berbeda. Misalnya saja dengan adanya studio yang kursinya lebih lega, dan kapasitas penontonnya lebih sedikit. Memang harga tiketnya lebih mahal, namun konsumen tetap rela merogoh koceknya lebih dalam selama sebanding dengan pelayanan dan kenyamanan yang ditawarkan.

Hadirnya kompetitor ini, membuat Jaringan Cinema XXI juga memperbaiki kualitas layanannya.

#4 Lebih fokus

Fokus pada bisnis bisa hilang karena ambisi dan keserakahan mencapai sesuatu yang lebih besar. Hadirnya kompetitor justru akan membuat kita lebih fokus mencapai tujuan yang sejak awal disasar.

#5 Membangun kepercayaan

Persaingan bisnis justru membuat konsumen melihat keseluruhan kredibilitas usaha yang Anda bangun. Apakah terpercaya atau tidak, apakah memanipulasi konsumen atau tidak. Artinya, adanya kompetitor justru menjadi kesempatan Anda membangun kepercayaan konsumen dan klien.

Ketika memulai bisnis, kehadiran kompetitor pasti jadi salah satu kekhawatiran Anda. Namun itu tidak bisa dihindari, kompetitor langsung atau mereka yang hanya mengambil sebagian target pasar Anda pasti ada. Tapi jangan takut! Tetap fokus dan be creative. Lalu buat strategi, analisa apa yang kompetitor Anda lakukan. Ambil yang baik dan sesuaikan dengan bisnis Anda.

Jika Anda bingung, silakan berdiskusi untuk menganalisa bisnis dan kompetitor Anda dengan kami. Tinggalkan kontak Anda pada formulir di bawah ini. Konsultan kami akan segera menghubungi Anda untuk berdiskusi tentang solusi kebutuhan digital marketing Anda.