Pentingnya Menyelaraskan Konten Marketing dengan Buyer’s Journey

 

Konten Marketing & Buyer's Journey ChubbyRawit

Bicara tentang konten marketing, konten marketing ternyata bukan hanya sekedar tentang menyebarkan berita tentang bisnis Anda. Lebih dari itu, dengan konten marketing Anda juga harus memberikan solusi bagi konsumen. Secara definisi, konten marketing adalah pendekatan strategic marketing yang berfokus pada menciptakan dan mendistribusikan konten yang berharga, relevan dan konsisten untuk menarik dan mempertahankan audiens yang jelas – dan, pada akhirnya, untuk mendorong tindakan pelanggan yang menguntungkan.

Mempublikasikan konten saja tidak berarti Anda memiliki strategi konten marketing. Agar bisa beralih dari konten publisher ke konten marketing, Anda memerlukan rencana yang relevan untuk mendorong tindakan pelanggan yang menguntungkan. Caranya? Dengan menempatkan diri Anda pada sepatu pelanggan Anda, maka Anda akan bisa menyusun strategi konten yang memenuhi semua kebutuhan dan kekhawatiran mereka dan menawarkan solusi bagi mereka.

Dan untuk dapat melakukan ini, Anda perlu memahami perjalanan pembeli. Inilah alasannya dan bagaimana Anda harus menyelaraskan konten Anda dengan buyer’s journey. Buyer’s journey adalah proses yang dilakukan pembeli untuk mengetahui, mengevaluasi, dan membeli produk atau layanan baru. Sementara marketer tentu memiliki versi terperinci yang berbeda dari buyer’s journey. Namun yang paling umum, buyer’s journey mencakup tiga tahap dasar yaitu awareness, consideration dan decision. Masing-masing tahap ini terdiri dari beberapa langkah yang berbeda dengan detil sebagai berikut:

  • Awareness

Tahap ini adalah awal dari buyer’s journey. Di tahap ini, pembeli menyadari bahwa mereka memiliki masalah yang perlu dipecahkan dan mereka mulai mencari solusi. Tahap awareness bisa terjadi dengan sangat cepat atau mungkin butuh waktu yang sangat lama. Hal ini tergantung pada seberapa cepat pembeli bertindak dan skala prioritas masalah ini dalam kehidupan mereka.

  • Consideration

Setelah tahap awareness, bergeser ke tahap consideration. Tahap ini merupakan saat pembeli mengeksplorasi solusi yang berbeda namun paling baik bagi mereka untuk mengatasi masalahnya. Seperti halnya tahap awareness, fase ini bisa berlangsung lama atau pendek.

  • Decision

Tahap akhir dari buyer’s journey adalah tahap decision. Dalam fase ini, pembeli memeriksa solusi yang telah mereka identifikasi dan mencoba untuk membenarkan keputusan pembelian. Jika semuanya berjalan baik, mereka akhirnya membuat pilihan. Jika mereka memutuskan solusinya tidak tepat untuk mereka, mereka kembali ke tahap pertimbangan untuk melihat alternatif lain.

Lantas, apa pentingnya menyelaraskan konten marketing dengan buyer’s journey? Pelanggan memiliki kebutuhan informasi dan keterlibatan atau engagement yang berbeda. Bila konten Anda tidak memberikan informasi bermanfaat yang sesuai dengan kebutuhan dan engagement pelanggan Anda, maka produk atau brand Anda kemungkinan besar tidak akan berhasil melampaui tahap consideration. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjadi ‘bunglon’ dalam konten marketing untuk membuat pembeli tertarik dan terlibat dalam perjalanan pembelian mereka.

Buyer’s journey memberikan garis besar untuk mengembangkan strategi konten yang dapat menarik, melibatkan, dan mengonversi pembeli secara efektif. Dengan membuat jenis konten multidimensi yang sesuai untuk masing-masing dari tiga tahap perjalanan, Anda akan bernilai bagi calon pelanggan Anda di setiap langkahnya. Akibatnya, Anda akan memiliki keunggulan yang signifikan dibandingkan pesaing dengan strategi pemasaran konten satu dimensi. Apalagi saat ini banyak marketing campaign yang difokuskan untuk menghasilkan konten sebanyak mungkin untuk meningkatkan visibilitas, namun tidak selalu efektif dalam memenangkan pelanggan.

Dengan pemahaman tentang pentingnya buyer’s journey ini, maka Anda harus bisa mengembangkan strategi pemasaran yang ditargetkan untuk mendorong orang melalui buyer’s journey sampai mereka menjadi pelanggan yang membayar dan loyal.

Tidak yakin harus mulai dari mana? Simak tip berikut untuk membuat konten yang tepat pada saat yang tepat sesuai dengan buyer’s journey.

#1 Awareness Stage

Dalam tahap ini, tujuan konten marketing adalah menciptakan kesadaran akan masalah tertentu dan kemudian menyelaraskan masalah tersebut dengan berbagai isu yang terkait dengan bisnis. Tugas Anda adalah terlebih dahulu memahami kesulitan atau masalah calon pelanggan dan apa yang memicu kebutuhan tersebut. Selanjutnya, Anda membuat konten yang membantu dalam mengedukasi prospek dan memberikan sumber daya bernilai tinggi.

Konten yang disarankan:

Selama tahap awareness, ada sejumlah fleksibilitas dalam hal format konten. Jenis yang paling umum mencakup laporan penelitian, konten editorial, whitepapers, dan laporan statistik yang mendukung masalah atau kesulitan yang dialami calon pelanggan Anda.

#2 Consideration Stage

Di tahap ini, prospek telah menentukan masalah mereka, melakukan beberapa riset, dan mengevaluasi perusahaan tertentu dengan solusi spesifiknya. Mereka selangkah lebih dekat kepada keputusan pembelian. Tujuan konten marketing di tahap ini adalah membantu prospek mengidentifikasi kebutuhan spesifik untuk memecahkan masalah yang mereka identifikasi di tahap awareness. Selain itu, menyelaraskan solusi dengan kebutuhan bisnis yang spesifik yang dihadapi oleh prospek.

Konten yang disarankan:

Pada tahap ini, konten yang direkomendasikan mencakup hal-hal seperti demonstrasi produk yang tercatat, panduan dan studi kasus, daftar perbandingan produk dan bahkan podcast.

#3 Decision Stage

Tahap terakhir adalah decision stage. Di tahap ini prospek telah mempertimbangkan semua solusi potensial dan siap untuk memvalidasi apakah produk atau solusinya layak untuk dibeli. Selama tahap ini, fokusnya adalah untuk memvalidasi mengapa produk atau solusi yang Anda tawarkan layak untuk mereka beli. Ini bisa jadi sulit bila ada banyak alternatif, tapi ingat bahwa Anda sudah selamat dari tahap consideration. Bila Anda sudah berhasil mendorong pembeli melalui tahap awareness dan consideration, Anda hanya butuh untuk meyakinkan mereka untuk mempertimbangkan solusi Anda sebagai solusi yang akan menyelesaikan masalah mereka.

Konten yang disarankan:

Konten yang disarankan untuk tahap ini mencakup trial downloads, studi kasus yang mendalam, dan live demo.

Strategi konten marketing yang hebat biasanya berbeda dari yang lainnya karena menekankan pentingnya membuat konten yang sesuai dengan situasi yang berbeda. Seiring konsumen menjadi lebih cerdas, Anda harus memiliki strategi konten yang lebih cerdas namun fleksibel agar tetap kompetitif. Dengan memetakan konten Anda sesuai dengan buyer’s journey, Anda akan menjalin hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan dan membuat bisnis Anda lebih menarik dibandingkan kompetitor Anda.

Ingin mecoba menerapkan buyer’s journey dalam strategi konten marketing Anda? ChubbyRawit, digital marketing agency di Indonesia selalu menerapkan buyer’s journey di setiap strategi marketing. Tinggalkan pesan pada formulir di bawah dan konsultasikan bisnis atau brand Anda. Konsultan kami akan segera menghubungi dan siap membantu bisnis Anda.