Dampak Positif Covid-19, Peran Teknologi Digital Kian Kuat

Keberadaan pandemi COVID-19 sungguh berhasil membalikkan dan mengubah banyak hal dalam kehidupan. Mulai dari cara kita bekerja, bersosialisasi, mencari hiburan hingga mengubah cara kita berbelanja. Hal ini kian terasa semenjak adanya himbauan #dirumahaja sebulan yang lalu dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mengharuskan kita tetap berada di rumah. 

Keterbatasan dalam berkegiatan di luar ruangan, membuat kita berpikir dan bertindak mencari cara how to stay connected to the outside world agar tetap bisa bersosialisasi dengan orang lain ataupun melakukan kegiatan yang tidak bisa ditunda seperti belanja kebutuhan sehari-hari. Dengan perkembangan teknologi yang begitu cepat, tentu berdiam diri di rumah sebetulnya bukan lagi sebuah mimpi buruk. Bisa Anda bayangkan bila wabah ini terjadi 20 atau 30 tahun yang lalu saat dimana internet dan gawai belum eksis? Mungkin kita akan mengalami kesulitan dan kehabisan akal dalam menghabiskan waktu di rumah. 

Baca Juga : Mengapa Bisnis Anda Harus Hadir Secara Online? Ini Alasannya…

Namun saat ini, Anda tetap bisa membahas pekerjaan, menikmati berbagai hiburan, hingga berbelanja berbagai kebutuhan melalui telepon pintar Anda dengan aman bahkan lebih mudah dan efisien dibanding dengan cara konvensional. Keberadaan dan peran teknologi digital sangat membantu dan berhasil menjadi solusi dari semua keterbatasan yang ditimbulkan oleh pandemi COVID-19. Lalu apa saja peran dan kekuatan teknologi digital tersebut?

Conference Call

Untuk tetap dapat “bertemu” dan berkomunikasi saat #dirumahaja seperti saat ini membuat aplikasi conference call ramai digunakan oleh berbagai kalangan dimulai para pekerja hingga mahasiswa. Sebut saja aplikasi Zoom yang penggunanya meningkat 183 persen selama bulan Maret, dengan total 257 ribu pengguna. Lalu disusul Hangouts Meet, aplikasi besutan Google yang juga mendapat kenaikan traffic sebesar 32,14 persen. Penggunaan aplikasi semacam ini sangat membantu dalam berkomunikasi dan interaksi secara virtual. 

Telemedicine

Telemedicine menjadi cara baru untuk mempermudah akses kesehatan tanpa harus bertemu. Keberadaan klinik remote ini mampu menggantikan klinik konvensional yang saat ini menjadi lebih sibuk dan memprioritaskan dalam merawat pasien COVID-19. Menurut kepala Departemen Etika Kedokteran dan Kebijakan Kesehatan Universitas Pennsylvania, Ezekiel J. Emanuel berpendapat bahwa wabah ini menjadi awal kebangkitan dari telemedicine. Berbagai aplikasi kedokteran terus memberikan pelayanan dan fitur untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan secara virtual dan real-time seperti Halodoc, Alodokter, SehatQ, Good Doctor dan sebagainya. 

Online Shopping

Saat ini semua orang memilih berbelanja secara daring untuk memenuhi berbagai kebutuhan karena dirasa lebih aman. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya penjualan di berbagai situs e-commerce, salah satunya Amazon yang malah membuka 100 ribu lowongan pekerja bagian gudang untuk memenuhi banyaknya pesanan. Demikian juga dengan marketplace yang juga mendulang lonjakan transaksi saat gerakan #dirumahaja dijalankan, meskipun belum ada angka atau data resminya. Transaksi ini disumbang dari  penjualan produk masker kesehatan, hand sanitizer, bahan pokok, camilan, makanan dan minuman siap saji. 

Baca Juga : 10 Alasan Mengapa Pemasaran Online Lebih Efektif dibandingkan Offline

E-Money atau Cashless Payment (Uang Elektronik)

Pembayaran dengan metode cashless kian populer semenjak adanya COVID-19. Dengan cashless payment dapat meminimalisir terjadinya sentuhan serta memudahkan dalam transaksi sehingga dapat mencegah penyebaran virus. Imbauan untuk physical distancing yang disuarakan oleh pemerintah berhasil membuat perusahaan penyedia uang elektronik Gopay mendapatkan kenaikan transaksi hingga 30 persen.

Entertainment

Swakarantina mau tidak mau mengubah cara kita dalam menikmati hiburan. Jika biasanya Anda mencari kesenangan dengan makan di restoran atau sekedar berjalan-jalan di mall, saat ini online streaming menjadi salah satu hiburan wajib selama masa karantina. Selain itu, bermain game juga menjadi pilihan banyak orang untuk menghabiskan waktu di rumah. Bahkan WHO juga melakukan kampanye main game untuk menjaga kondisi mental masyarakat dan mengusir kebosanan selama himbauan jaga jarak ini. Akibatnya industri games mengalami peningkatan pengguna. Seperti Verizon yang mencatatkan pengguna video game meningkat 75 persen selama jam sibuk. 

Baca Juga : Ingin Memulai Online Marketing untuk Bisnis Anda? Begini Caranya…

Penggunaan teknologi digital kini tak hanya menjadi suatu keharusan. Dengan adanya wabah ini, kita semakin sadar bahwa keberadaan teknologi digital sangat membantu dan memudahkan dalam berbagai aspek kehidupan. Demikian juga bagi bisnis atau brand. Untuk itu, jangan ragu untuk melakukan digitalisasi bisnis Anda agar lebih mudah ditemukan oleh konsumen potensial Anda dan bisnis Anda tetap bisa online di mana pun, kapan pun.