Berkenalan dengan Youtube Advertising

Berkenalan dengan Youtube Advertising

Siapa yang tak pernah mengakses Youtube? Rasanya hampir semua orang di dunia pernah mengaksesnya. Di dunia, Youtube menduduki peringkat dua setelah Google sebagai search engine terbesar. Hingga bulan Juli 2019, terdapat 2 miliar pengguna Youtube aktif bulanan dimana 50 juta diantaranya adalah kreator konten. Di Indonesia sendiri, Youtube sempat menjadi raja social media teraktif di bulan Januari 2019. 

Youtube menduduki peringkat dua setelah Google sebagai search engine terbesar.

Dengan begitu tingginya jumlah pengguna Youtube, terdapat peluang yang cukup menjanjikan baik bagi kreator konten maupun Youtube sendiri. Apalagi kalau bukan iklan? Bicara iklan di Youtube berarti bicara tentang Youtube Ads. Buat Anda pemilik brand ataupun digital marketer, keberadaan Youtube ads ini bisa dilirik sebagai salah satu strategi digital marketing Anda. Yuk, kenali lebih dalam tentang Youtube ads dalam artikel berikut ini.  

Apa itu Youtube Ads?

Video Ad Google adalah YouTube Ad

Youtube Advertising atau Youtube Ads merupakan fitur yang disediakan oleh Youtube sebagai media promosi bagi pemilik brand, perusahaan atau digital marketer untuk mempromosikan konten produk atau jasa mereka di Youtube. Berbeda dengan platform periklanan digital lainnya seperti Facebook dan LinkedIn menggunakan Page Manager, YouTube Ads menggunakan Google AdWords. 

Cara kerjanya, Anda membuat video dan mengunggahnya ke Google AdWords, lalu memilih penargetan dan penempatan untuk iklan. Selanjutnya, Anda melakukan bidding untuk menampilkan iklan, dan membayar setelah audiens menonton iklan Anda sesuai dengan bidding harga tersebut. Setelah YouTube ads ini berjalan, Anda dapat melihat analitik dari Google AdWords. Selain itu Anda juga dapat menjalankan, menjeda, dan menghentikan iklan kapan saja dari dashboard Google Adwords.

Baca juga Mengapa Harus Berinvestasi pada Google Ads

Jenis Youtube Ads

Orang berkunjung dan menyukai YouTube karena keberadaan konten video, sehingga video ads adalah cara paling efektif untuk menjangkau audiens dan membangun brand Anda di Youtube. Dari tipenya, Youtube ads dibedakan menjadi tiga.

#1 TrueView Ads

 

 

 

TrueView Ads adalah jenis video ads paling standar di YouTube. Dengan TrueView ads ini, brand atau pemasang iklan hanya membayar ketika audiens menonton iklan selama setidaknya 30 detik hingga selesai atau jika pemirsa mengambil tindakan, seperti mengklik call-to-action.

Selain itu, terdapat aturan YouTube yang mengharuskan TrueView ads yang dapat dilewatkan (skippable) berdurasi antara 12 detik dan 6 menit, dan iklan TrueView yang tidak dapat dilewatkan (non-skippable) berdurasi 15-20 detik.

TrueView Ads dibedakan menjadi menjadi dua tipe lagi, yaitu:

Video discovery ads 

 

 

Video discovery ads ini dulunya dikenal dengan nama In-Display Ads. Video ads jenis ini ditampilkan di homepage YouTube, halaman hasil pencarian, dan sebagai video terkait di halaman menonton video YouTube.

In-Stream ads

 

 

TrueView in-stream ads diputar sebelum seseorang menonton video yang mereka pilih di YouTube. Kadangkala, pemirsa masih memiliki opsi untuk melewati iklan setelah menontonnya selama lima detik. Dengan video ads ini dapat diputar di mana saja di Google Display Network (GDN) – atau situs yang membeli ruang Google video ads.

In-stream ads memungkinkan pengiklan untuk menyesuaikan video ads dengan CTA dan overlay teks yang berbeda, sehingga Anda dapat membawa traffic yang melihat YouTube ad Anda ke halaman ataupun video yang Anda tuju. 

#2 Non-Skippable Ads

Iklan jenis ini memang cukup menyebalkan bagi audiens, namun tidak dapat dihindari. Pada akhirnya, audiens mulai belajar untuk mentolerir keberadaan video ads jenis ini dengan melakukan kegiatan lain selama 20 detik sebelum menonton video Youtube yang sebenarnya.

Ada dua jenis non-skippable ads yaitu:

  • Pre-roll ads yang muncul sebelum video diputar
  • Mid-roll ads yang  muncul di tengah video setelah 10 menit atau lebih

Oleh karena ads jenis ini tidak dapat dilewatkan (non-skippable) pastikan video ads sangat fokus dan jelas menampilkan nilai produk kepada audiens target Anda. Tak kalah penting adalah cara mengkomunikasikan pesan Anda secara audio dan visual harus mampu menarik audiens untuk melihat ataupun mendengarkan. 

#3 Bumper Ads

Bumper ads adalah non-skippable ads dalam versi yang lebih dapat ditoleransi karena durasinya paling lama enam detik. Biasanya, iklan ini muncul di akhir video YouTube, dan dibayar berdasarkan cost per mille (CPM). Karena durasinya yang pendek, bumper ads sangat ideal untuk menargetkan para pengguna seluler. Pengiklan juga dapat mendaur ulang konten lama dalam bentuk iklan yang lebih singkat.

Setelah mulai mengenal Youtube Advertising, mungkin Anda mulai penasaran dan muncul pertanyaan selanjutnya. Mengapa harus beriklan di Youtube dan kampanye apa saja yang bisa dijalankan dengan Youtube ads? Jangan cemas, semua rasa penasaran Anda akan terjawab di artikel selanjutnya. Nah, agar tidak terlewatkan artikel berikutnya dan artikel tentang digital marketing, social media management serta branding menarik lainnya, jangan lupa untuk subscribe blog ChubbyRawit.