Social Media untuk Perusahaan B2B, Pentingkah?

 

Social Media Untuk B2B - ChubbyRawit

Di era serba digital saat ini, rasanya hadir di social media menjadi sebuah kebutuhan dan kewajiban. Tak hanya untuk penggunaan personal, brand dan perusahaan pun sudah banyak yang menceburkan diri di social media. Alasannya apalagi kalau bukan untuk menumbuhkan bisnis mereka di ranah online.

Semua orang pasti setuju bahwa keberadaan social media memiliki kemampuan untuk meraih pengaruh atau influence yang cukup besar dalam upaya meningkatkan brand awareness. Muaranya apalagi kalau bukan untuk meningkatkan jangkauan, pelanggan, prospek pelanggan serta penjualan. Tentu saja hal ini tak akan sulit bagi perusahaan B2C atau C2C untuk mengadopsi social media sebagai salah satu bagian dari strategi digital marketing mereka.

Namun, bagaimana dengan perusahaan B2B? Apakah perlu bagi perusahaan B2B untuk eksis di social media? Apakah pentingnya kehadiran perusahaan B2B di social media? Sebenarnya tidak ada kewajiban alias keharusan bagi perusahaan B2B untuk menggunakan social media, namun ada banyak perusahaan B2B yang menjadikan social media sebagai bagian dari strategi marketing mereka.

Sebut saja Microsoft yang telah memiliki 1,6 juta followers di Instagram dan 12 juta penggemar di Facebook. Atau IBM dengan 207 ribu followers di Instagram dan 989 ribu penggemar di Facebook. Dengan beberapa contoh tersebut, sepertinya sudah bisa menjadi alasan mengapa bisnis B2B Anda perlu hadir di social media.

Agar lebih yakin, simak lima alasan perusahaan B2B sebaiknya menggunakan social media berikut.

#1. Optimalisasi SEO

Social media memiliki fungsi sebagai sinyal SEO, karena menggunakan social media dapat meningkatkan peringkat mesin telusur website Anda dan meningkatkan traffic pada situs Anda. Mesin pencari seperti Google terus memperbarui cara-cara untuk menentukan peringkat situs. Berbicara dan mention di social media menjadi sebuah pertanda baik bagi mesin telusur bahwa perusahaan Anda populer sehingga akan menaikkan peringkat halaman Anda. Selain itu, dengan menambahkan social media maka pencarian Google atas nama bisnis Anda akan memunculkan tautan ke halaman social media perusahaan Anda.

Itulah mengapa sangat penting untuk memperbarui konten social media Anda dengan informasi yang relevan karena klien potensial, pelanggan dan kolega akan semakin mudah dalam mengakses social media Anda. Dari social media tersebut, mereka pun akan membuat penilaian tentang perusahaan Anda dalam hitungan detik. Jadi, seperti halnya situs Anda, pastikan social media Anda selalu up to date dan memiliki konten yang layak dibaca. Jangan lupa untuk menambahkan tombol social media ke situs Anda yang akan membuatnya semakin terlihat di search engine.

Baca juga Tips: Membuat Caption Instagram yang Menarik

#2. Membangun Hubungan Jangka Panjang

Social media adalah cara terbaik untuk terhubung dengan bisnis lain serta terlibat dengan existing klien dan potensial. Dengan lebih dari 330 juta pengguna bulanan aktif di Twitter, lebih dari 2,16 miliar anggota Facebook aktif bulanan, lebih dari 800 juta pengguna bulanan aktif di Instagram dan lebih dari 260 juta pengguna di LinkedIn tidak ada kekurangan kesempatan untuk terhubung.

Pengikut social media Anda bisa jadi lebih berharga daripada pengunjung ke situs Anda karena kebanyakan orang cenderung aktif dalam memeriksa feeds Facebook, Instagram dan Twitter mereka setiap hari. Artinya, Anda harus selalu memperbarui social media Anda agar pengikut Anda akan melihat konten apa yang sering Anda bagikan. Dampaknya tentu saja kecenderungan untuk membeli produk atau merekomendasikan Anda.

#3. Memahami Konsumen atau Klien Anda

Dalam setiap bisnis atau pun industri, memahami pelanggan dan buyer persona adalah langkah awal menuju kesuksesan. Perusahaan sering lupa bahwa social media adalah jalan dua arah. Untuk itu, gunakan hubungan yang telah Anda jalin untuk lebih memahami pelanggan dan menyesuaikan pesan Anda untuk memenuhi kebutuhan mereka. Cara terbaik melakukan hal tersebut adalah dengan berinvestasi pada beberapa jenis alat monitoring social media.

Anda dapat menggunakannya sebagai cara untuk melihat pos mana yang menghasilkan like, share, dan komentar paling banyak. Hal ini akan menunjukkan tentang bagaimana pemikiran mereka dan apa yang mungkin diharapkan ditemukan di website Anda. Memiliki analisis dan data tentang tren social media Anda akan menghasilkan kampanye yang paling efektif dan efisien sambil membentuk buyer’s journey, buyer persona dan harapan mereka hingga keputusan mereka untuk bekerja sama dengan Anda.

#4. Social Selling

Social selling adalah proses pengembangan hubungan sebagai bagian dari proses penjualan. Hal ini sering terjadi melalui jejaring sosial seperti LinkedIn, Twitter, Instagram dan Facebook. Bagi bisnis apa pun, yang terpenting adalah selalu memiliki jalur pengembangan pelanggan potensial yang terus dikembangkan. Social selling adalah awal dari proses ini. Seperti halnya membangun brand awareness, memastikan calon pelanggan Anda tahu siapa Anda seringkali merupakan langkah awal dalam mengembangkan hubungan bisnis. Jika Anda membuat kesan pertama sebagai juara di social media, pasti akan meningkatkan kecepatan proses penjualan Anda.

Baca juga Tips Praktis Membangun Social Media Strategy untuk Bisnis B2B

#5. Edukasi

Anda sangat menyukai industri Anda? Lalu mengapa Anda tidak menularkan ilmu atau informasi kepada orang lain? Hanya karena Anda mungkin menganggap bisnis Anda terlalu rumit atau tidak menarik untuk pasar yang luas, tapi tidak ada alasan orang di luar industri Anda tidak dapat mempelajarinya. Jika bisnis Anda adalah pemimpin di industri atau tidak sekalipun, Anda pasti memiliki banyak informasi dan keahlian yang tidak dimiliki orang lain. Anda bisa menggunakan platform social media Anda untuk berbagi informasi dan pengetahuan Anda di Twitter, Facebook dan Instagram dimana jutaan orang memiliki akses ke sana.

Belajar dari social media General Electric (GE) yang memiliki konten menyenangkan, cerdas dan menciptakan interaksi. Meskipun tidak banyak orang benar-benar mengerti tentang bisnis mereka, namun GE telah berhasil memanfaatkan cara untuk berbagi konten yang dapat berhubungan dengan semua orang.

Menggunakan social media dengan cara ini berarti Anda berpotensi menempatkan diri sebagai pemimpin di bidang Anda dan dapat menjadi perusahaan informasi untuk mengetahui keahlian Anda. Apakah Anda tertarik?