Personal Brand Atau Product Brand-ChubbyRawit

Branding merupakan sesuatu yang krusial bagi bisnis untuk bisa bersaing dengan kompetitor. Branding tak hanya sekedar corporate identity, namun juga membangun brand image perusahaan. Dan sekarang branding berkembang sangat pesat.

Lebih dari sekadar nama dagang dari suatu produk, jasa atau perusahaan, logo atau ciri visual lainnya. Brand kini juga berarti citra, kredibilitas, karakter, kesan, persepsi dan anggapan di benak konsumen.

Brand memiliki banyak jenis. Tak hanya untuk produk atau layanan saja, brand pun bisa melekat pada seseorang melalui personal branding. Lalu, apa bedanya product brand dan personal brand? Lalu kapan harus menggunakan product brand atau personal brand?

Apa itu Product Brand?

Brand adalah image atau persepsi seseorang tentang produk atau perusahaan Anda dan ‘branding adalah proses untuk mengeksekusi dan mengelola hal-hal yang membuat orang merasakan apa yang mereka lakukan terhadap brand Anda’. Brand Anda adalah nilai, janji, pengalaman pelanggan, dan perasaan terkait yang dipicu oleh brand Anda melalui cerita, dan sebagainya yang membentuk merek produk atau layanan.

Perusahaan berusaha untuk mempengaruhi persepsi pelanggan dan kecenderungan untuk membeli melalui strategi pencitraan brand mereka. Menciptakan brand product berarti Anda perlu memikirkan siapa calon pelanggan Anda, apa yang akan Anda tawarkan, dan apa kelebihan produk Anda dibandingkan kompetitor.

Brand yang sangat kuat seringkali dianggap identik dengan fungsi produk atau layanan yang diberikan. Misalnya, banyak orang menyebut semua mesin fotokopi sebagai Xerox, atau semua pita perekat sebagai Scotch atau Sellotape.

Lalu, Apa itu Personal Brand?

Personal brand Anda adalah tentang Anda, sebagai pribadi, namun secara lebih umum, bagaimana Anda memproyeksikan citra Anda ke dunia luar. Intinya, personal brand Anda adalah reputasi Anda. Personal brand mencakup persepsi, kualitas, dan karakteristik yang diasosiasikan dengan orang, nama Anda, bagaimana Anda menbawa diri Anda (baik secara profesional dan pribadi) serta posisi profesional Anda.

Personal brand mewakili pengalaman emosional yang orang lain harapkan saat bertemu dengan Anda dalam kapasitas profesional. Personal brand Anda adalah janji nilai unik yang dapat dikaitkan dengan Anda sebagai individu, yang juga dapat mengikat janji brand perusahaan Anda pada tingkat tertentu juga. Contohnya Richard Branson dengan Virgin Group. Branson sebagai personal brand sebenarnya, adalah juru bicara yang visioner di balik brand Virgin Group, yang selaras dengan kepribadian brand produk.

Personal brand yang paling sukses adalah cerminan otentik kualitas sejati seseorang, tanpa harus membocorkan setiap detail kehidupan pribadi mereka. Salah satu contoh personal brand yang sukses adalah Martha Stewart. Pelanggan mengasosiasikan dirinya sebagai individu dengan selera tinggi, kualitas, dan kenyamanan hidup.

Product Brand vs Personal Brand

Personal brand kerap dikaitkan dengan brand produk atau layanan perusahaan Anda. Misalnya, gaya pribadi Martha Stewart tercermin dari janji brand perusahaannya untuk memberi gaya dan ciri khas pada dekorasi rumah, pakaian, dan produk Martha Stewart Living lainnya. Personal brand Richard Branson tercermin dalam beberapa karakteristik brand Virgin Group, yang ingin dilihat sebagai game changer, penantang status quo dan pengambil risiko inovatif yang menempatkan pelanggan adalah segalanya.

Umumnya, brand produk dan personal brand serupa karena mereka harus bertahan untuk sesuatu yang bermakna bagi audiens mereka, dan harus konsisten dalam pencitraannya kepada dunia. Konsistensi merupakan kunci penting untuk personal dan product branding. Semakin banyak pelanggan mengalami nilai dan emosi yang sama melalui setiap interaksi dengan Anda, atau produk dan layanan Anda, semakin mereka percaya, mengharapkan dan menghargai pengalaman relevan serupa.

Perbedaan utama antara brand produk dan personal brand. Brand produk atau layanan diciptakan untuk kampanye brand dan pemasaran, yang membantu membentuk persepsi pelanggan. Sedangkan personal brand merupakan pilihan yang disengaja oleh orang tersebut. Personal brand akan sangat cocok atau ideal bila Anda memiliki bidang keahlian tertentu atau one-person industries. Misalnya, seniman, penulis, pembicara professional ataupun coach maka personal brand yang kuat akan meningkatkan bisnis Anda dan menarik prospek baru.

Bagaimana? Sudah tidak bingung lagi kan untuk menentukan product brand dan personal brand? Keduanya jelas berbeda, Anda hanya tinggal menentukan subyek yang akan diberikan brand. Kalau Anda memiliki profesi atau keahlian tertentu yang ingin diekspos kepada pihak luar, maka personal brand jawabannya. Tetapi, bila Anda memiliki produk atau layanan yang ingin dikenal oleh khalayak, maka product brand pilihannya.

Di ChubbyRawit, kami membantu pebisnis untuk membangun product maupun personal brand.  Karya branding kami selalu berangkat dari metode dan data terkini. Dengan spesialisasi kami, kami hadir untuk membantu Anda membangun product brand atau personal brannd Anda dan menuangkannya langsung dalam bentuk visual yang kreatif. Konsultasikan ide maupun bisnis Anda kepada kami, kami siap memberikan solusi terbaik bagi kebutuhan bisnis Anda.