Begini Caranya Membuat Buyer Persona 

Setelah mengenal apa itu Buyer Persona, pada artikel sebelumnya, di sini Anda akan mengetahui cara membuat buyer persona. 

Untuk membuat buyer persona, Anda membutuhkan data dari hasil market research dan insight yang tersedia atau yang akan Anda lakukan. Dengan kata lain, buyer persona harus didasarkan pada informasi di dunia nyata, bukan hanya sekedar insting atau imajinasi saja. Tentukan orang-orang yang benar-benar ingin membeli jasa atau produk Anda, bukan orang yang Anda inginkan atau harapkan akan membeli dari Anda. Kumpulkan informasi saat Anda mengerjakan langkah-langkah ini. Lalu pergunakan informasi tersebut untuk mengisi template buyer persona Anda. Tergantung dari skala bisnis, Anda bisa menciptakan 1-2 persona bahkan hingga 10 persona. 

Ada lima langkah untuk membuat buyer persona yang dapat Anda lakukan. Simak ya

#1 Lakukan Riset Audiens Secara Mendalam

Cara mudah adalah dengan mengumpulkan siapa saja yang sudah membeli produk atau jasa Anda dan kumpulkan semua informasi, berupa: usia, lokasi, bahasa, pendapatan, perilaku pembelian, minat dan kegiatan, dan tahap kehidupan (seperti menjadi orang tua baru atau pensiun).

Untuk mendapatkan data terbaru, tak ada salahnya juga bila Anda melakukan konfirmasi ulang serta melengkapi informasi yang dibutuhkan melalui survei email, survei online, focus group discussion, atau bahkan wawancara pelanggan.

Anda juga dapat mempergunakan tools demi mendapatkan data yang akurat untuk membuat buyer persona. Salah satunya adalah Google Analytics yang dapat memberikan Anda informasi tentang pengunjung website Anda, mulai dari usia, berapa lama mereka menghabiskan waktu di website Anda dan sebagainya. Selain itu, Anda juga bisa mempergunakan social media analytics dari Twitter, Facebook, dan Instagram. Melalui data analytics dari social media, Anda bisa mengetahui siapa saja yang follow akun Anda, faktor demografinya, hingga hal-hal apa  saja yang menjadi ketertarikan mereka. Dengan analytic tools akan memberikan banyak data dan informasi bagi Anda sebagai dasar untuk membuat buyer persona

Jika pada saat ini Anda belum memiliki basis pelanggan, Anda dapat melakukan riset buyer persona berdsarkan audiens kompetitor. Beberapa informasi yang perlu dijawab adalah: Siapa saja pelanggan kompetito? Apakah mereka memiliki target atau kelompok sasaran yang sama dengan Anda? Apakah mereka menjangkau grup yang belum ditargetkan? Apa yang membedakan brand Anda dengan kompetitor serta bagaimana upaya kompetitor untuk memenangkan pasar?

#2 Identifikasi Pain Point Pelanggan

“Apa masalah atau kerepotan yang ingin diselesaikan oleh pelanggan potensial Anda? Hambatan apa yang mereka hadapi dalam mencapai tujuan mereka?”

Salah satu cara untuk mengetahuinya adalah dengan menggunakan social listening tools dan analisis sentimen social media. Dengan cara ini, Anda dapat memantau penyebutan brand, produk, dan pesaing Anda serta memberi Anda kesempatan untuk melihat apa yang orang katakan tentang brand/produk atau layanan Anda secara online. Anda pun dapat mempelajari mengapa mereka menyukai produk Anda, atau bagian mana dari pengalaman pelanggan yang tidak menyenangkan.

Anda juga dapat menghubungi tim layanan pelanggan untuk mengetahui jenis pertanyaan apa yang paling sering mereka tanyakan atau keluhkan. Anda bahkan dapat meminta mereka untuk mengumpulkan kutipan pelanggan nyata yang dapat Anda gunakan untuk membantu memberikan insight dari audiens Anda.

#3 Identifikasi Goals Audiens

Ini adalah sisi lain dari pain point. Sementara pain point adalah masalah yang berusaha diselesaikan oleh pelanggan potensial Anda, sedangkan tujuan atau goals adalah hal-hal positif yang ingin mereka capai. Goals tersebut dapat bersifat pribadi ataupun profesional, tergantung pada jenis produk dan layanan yang Anda jual. Dengan mengidentifikasi goal ini, Anda selangkah lebih dekat dengan pelanggan untuk tahu apa yang yang memotivasi mereka serta apa tujuan akhir mereka.

Keberadaan goals dari calon pelanggan atau pelanggan Anda memang tidak berhubungan secara khusus dengan fitur-fitur produk yang Anda tawarkan, tetapi goals ini dapat membantu Anda dalam pendekatan atau tone dalam strategi marketing Anda. 

Anda dapat menggunakan social listening atau tim sales atau siapapun dalam perusahaan Anda yang berkomunikasi langsung dengan pelanggan untuk mendapatkan informasi ini. Lagi-lagi, selalu minta team sales/marketing/front liner perusahaan Anda untuk menganalisa dan mengutip goals pelanggan Anda.

#4 Pahami Bagaimana Brand Anda Bisa Membantu

Setelah Anda memahami pain point dan goal pelanggan Anda, saatnya untuk membuat gambaran yang sangat jelas tentang bagaimana produk dan layanan Anda dapat membantu langsung dari sudut pandang pembeli. 

Stop berpikir tentang menawarkan fitur dari brand Anda, namun galilah manfaat yang Anda tawarkan kepada pelanggan. Agar Anda tidak bingung, fitur adalah tentang apa produk Anda. Sedangkan benefit atau manfaat adalah bagaimana produk atau layanan Anda membuat hidup pelanggan menjadi lebih mudah atau lebih baik.

#5 Ubah Riset Menjadi Buyer Persona

Kumpulkan semua hasil riset, kategorikan berdasarkan karakteristik penentu dan buat menjadi satu persona.

Berikan nama pembeli, jabatan, rumah, dan karakteristik penentu lainnya kepada pembeli Anda. Ingat, daftar karakteristik tidak sama dengan kepribadian. Persona adalah deskripsi realistis dari seseorang yang mewakili satu segmen basis pelanggan Anda. 

Dalam menyempurnakan buyer persona Anda, pastikan untuk menggambarkan siapa mereka sekarang dan bagaimana mereka di masa depan. Hal ini akan membantu Anda untuk merumuskan bagaimana produk dan layanan Anda dapat membantu mereka mencapai ambisi tersebut. 

Setelah membentuk dan mendokumentasikan buyer persona Anda, langkah selanjutnya adalah untuk selalu berpikir dari segi buyer persona setiap kali Anda membuat keputusan tentang bisnis dan strategi marketing Anda. Jalankan, pantau, evaluasi, dan perbaiki. Begitu seterusnya,  hingga terbangun ikatan yang kuat dengan pelanggan yang tentunya dapat meningkatkan penjualan sambil menciptakan loyalitas dan brand trust.

Bagaimana? Tak sulit bukan membangun buyer persona? Ikuti langkah-langkah tersebut agar brand Anda sukses baik dalam brand awareness hingga konversi ke penjualan. Anda memerlukan bantuan membuat buyer persona untuk brand Anda? Hubungi ChubbyRawit hari ini untuk mempelajari bagaimana brand Anda dapat memanfaatkan kekuatan buyer persona bagi bisnis Anda. 

Tunggu, kami ada hadiah untuk Anda. Untuk memudahkan Anda, kami punya buyer persona template yang bisa Anda pergunakan untuk membangun brand yang kuat. Anda bisa mendownloadnya disini. 

Dapatkan Buyer Persona Template GRATIS!