5 Langkah Membuat Strategi Social Media untuk Perusahaan B2B

blank

Siapa yang tak menggunakan social media saat ini? Rasanya, social media sudah menjadi salah satu hal yang wajib dimiliki baik personal, maupun bisnis atau brand. Apa pun jenis bisnis yang Anda miliki, social media sangat penting untuk strategi pemasaran Anda, termasuk untuk bisnis B2B. Ada baiknya Anda mengetahui pentingnya social media bagi perusahaan B2B disini.

Berdasarkan temuan dari DG Connect menemukan bahwa 76% perusahaan teknologi B2B menggunakan social media untuk drive result. Selain itu, 84% pembeli tingkat C dan VP dipengaruhi oleh social media saat melakukan pembelian. Artinya, sudah waktunya Anda juga ikut terjun ke social media mengikuti jejak kesuksesan IBM, Google, HubSpot, dan banyak lainnya. Simak cara membuat strategi social media untuk perusahaan B2B berikut ini ya. 

Tetapkan Tujuan dengan SMART 

Langkah pertama membuat strategi social media adalah menetapkan tujuan Anda. Apa yang ingin Anda capai dari strategi social media Anda? Definisikan secara lebih rinci apa yang Anda inginkan dari strategi social media Anda dengan membuat SMART (specific, measurable, attainable, realistic, timely) goals

Anda dapat melihat contoh SMART goals seperti berikut ini: 

  • Meningkatkan traffic ke website sebanyak 5 kali lipat dari social media dalam 5 bulan
  • Meningkatkan jumlah subscriber blog/newsletter sebanyak 100% dalam 3 bulan dengan meningkatkan channel distribusi. 
  • Meningkatkan Facebook fans sebanyak 10.000 fans selama 3 bulan. 
  • Meningkatkan engagement rate di Instagram sebanyak 10% setiap bulannya dengan konten interaktif. 

Untuk dapat membuat SMART goals ini ada baiknya Anda kenali metrik social media yang harus dipahami disini. Mengapa? Karena berkaitan dengan tujuan dari strategi social media Anda. Sebagai contoh, jika tujuan Anda adalah membangun brand awareness, maka Anda akan melihat metrik seperti impressions dan reach untuk mengevaluasi dampak kampanye social media Anda. Sebaliknya, jika tujuan Anda adalah untuk membangun engagement, maka metrik yang harus diperhatikan adalah like, share, komentar dan klik. Yang tidak kalah penting adalah memasukkan poin-poin untuk menentukan bagaimana Anda ingin mencapai strategi social media tersebut. 

Pahami Audiens 

Setelah menetapkan tujuan, langkah selanjutnya adalah memahami audiens Anda. Bagaimana caranya memahami audiens? Anda bisa menggunakan social media listening yang akan membantu dalam menemukan percakapan online yang berputar di sekitar brand atau industri Anda. Dengan cara ini, strategi social media akan berdasarkan pada audiens Anda, bukan hanya sekedar bisnis Anda. 

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana cara menemukan percakapan online berdasarkan brand atau industri? Ada empat cara yang bisa Anda lacak diantaranya:

  • Wawasan kompetitif. 

Ya, audiens kompetitor Anda biasanya serupa dengan audiens Anda. Anda bisa stalking tentang pesaing Anda, mencari tahu bagaimana mereka terlibat dengan pelanggan mereka atau menemukan keluhan pelanggan tentang produk mereka. Dengan data tersebut, Anda bisa mempergunakannya sebagai keunggulan kompetitif dibandingkan kompetitor. 

  • Keyword.

Buat list keyword yang berhubungan dengan brand, lalu cari tahu mana yang mendatangkan lebih banyak traffic. Dengan cara ini tidak hanya akan membantu Anda mendapatkan informasi tentang minat pelanggan Anda, tetapi Anda juga akan mengetahui motif pencarian mereka.

  • Influencer

Influencer adalah orang yang berada dalam industri yang memiliki banyak pengetahuan tentang pembaruan pada produk baru, inovasi, dan perkembangan di industri Anda. Influencer ini bisa jadi sosok thought leader, pengamat atau pengguna dari brand atau industri Anda. 

  • Hashtag

Pantau hashtag yang terkait dengan brand serta industri Anda untuk memahami apa yang dibicarakan oleh orang-orang di social media.

Identifikasi Platform Social Media 

Langkah selanjutnya dalam membuat social media strategy adalah menentukan platform social media yang tepat untuk bisnis Anda. Anda tak harus eksis di semua platform social media. Tapi pastikan Anda hadir di social media yang tepat dimana audiens Anda berada. Saat ini, ada tiga platform media sosial yang harus Anda tahu, karena berkaitan dengan yang Anda targetkan. 

  • LinkedIn

LinkedIn merupakan platform jejaring profesional yang paling populer di kalangan profesional B2B. Menariknya, terdapat fakta bahwa 93% marketer B2B menganggap LinkedIn sebagai situs paling efektif untuk lead generation. Selain itu, LinkedIn juga berkontribusi sebesar 64% kunjungan ke situs web perusahaan dari total kunjungan situs social media. Biasanya, marketer mempergunakan LinkedIn untuk memposting tentang thought leadership dan inovasi pada perusahaan. 

blank
LinkedIn Bizzy Indonesia
  • Instagram

Siapa yang tak menggunakan Instagram? Saat ini, ada lebih dari 1 miliar akun aktif di Instagram. Untuk dapat memenangkan kompetisi di Instagram, Anda harus memposting foto yang menarik secara visual yang menonjol dari kompetitor Anda. Anda bisa membuat konten yang menonjolkan fitur, user generated content, atau budaya perusahaan Anda. Anda bisa merujuk pada Adobe Instagram yang memiliki 804.000 pengikut. Keberhasilan Instagram mereka karena adanya user generated content, yang didasarkan pada tema bulanan Adobe. 

blank
Instagram Ralali.com B2B Marketplace
  • Twitter

Berdasarkan data Forbes, sebanyak 87% pemasar B2B mempergunakan Twitter. Biasanya, penggunaan Twitter ini berfungsi sebagai platform layanan pelanggan. Twitter digunakan untuk berinteraksi dengan pelanggan, menjawab pertanyaan dan mengatasi masalah atau komplain. Sebagai contoh, jika seorang pelanggan menemukan masalah atau kendala dengan produk Anda, mereka mungkin akan mention atau mengirimi DM Anda di Twitter. Selain layanan pelanggan, Anda juga dapat menggunakan Twitter untuk posting tentang update atau berita terbaru, mempromosikan layanan, dan tautan ke konten Anda di website.

blank
Twitter Bhinneka.com

Konsistensi

Konsistensi adalah kunci dalam social media. Konsistensi ini mencakup hal visual serta tone dan voice sehingga orang-orang dapat mengenali brand Anda dengan ciri khasnya. Selain itu, Anda juga harus sering memposting untuk menjangkau lebih banyak audiens dan calon pelanggan potensial tanpa harus membayar mahal iklan untuk boost konten atau posting Anda.

Dan perkara konsistensi ini juga bukan hal yang mudah. Pasalnya, Altimeter – firma riset dan konsultan menemukan bahwa 70% marketer tidak memiliki strategi konten yang konsisten atau terintegrasi. Padahal, membangun audiens yang loyal butuh waktu yang tidak sebentar. Pastikan waktu Anda tidak terbuang percuma tanpa postingan dari brand Anda yang membuat audiens melewatkan bahkan melupakan Anda. 

Untuk itu buat rincian tentang frekuensi posting serta rencana konten secara terperinci sehingga Anda dan tim dapat secara konsisten mengembangkan social media brand Anda.

Buat Content Planner/Calendar

Untuk dapat mempertahankan konsistensi di social media adalah dengan perencanaan konten. Lisa Toner, Manajer Senior Akuisisi HubSpot, percaya bahwa perencanaan adalah faktor penting dalam keberhasilan konten.

Sebagai marketer, tak hanya fokus untuk memproduksi konten namun juga memikirkan tentang bagaimana mempromosikan konten mereka. Hal ini bisa dilakukan dengan membuat kalender konten yang mencakup berbagai format konten serta bagaimana mempromosikan konten tersebut, apakah itu video, ebook, artikel, social media dan lain sebagainya. Anda bisa mencari template kalendar social media yang dapat Anda gunakan untuk menjadwalkan video, grafik, dan posting blog atau social media yang akan Anda terbitkan dalam satu bulan ke depan.

Well, ternyata tidak sulit bukan membuat strategi social media untuk B2B? Intinya, tetapkan tujuan secara SMART, pahami audiens, memahami platform serta rencanakan konten Anda. Buat konten berdasarkan tujuan serta audiens Anda. Selalu pertahankan konsistensi visual dan brand voice Anda. Anda tak punya dedicated team untuk membuat dan menjalankan strategy social media untuk bisnis B2B Anda? Jangan khawatir! Ada ChubbyRawit, creative digital marketing agency Jakarta. Kami siap membantu merumuskan, menjalankan serta mengevaluasi strategi social media Anda. Ceritakan kebutuhan Anda dengan mengisi contact form, dan konsultan kami akan segera menghubungi Anda.