Tips: Memulai Strategi Influencer Marketing untuk Bisnis

Masifnya kehadiran teknologi serta internet saat ini, telah berhasil mengubah pola perilaku konsumen. Konsumen kini tak lagi hanya berbelanja ke toko atau pusat perbelanjaan, namun mereka juga memiliki pilihan untuk berbelanja secara online. Pun demikian saat memutuskan untuk membelanjakan atau membeli sebuah produk atau layanan. Konsumen tak lagi hanya mengandalkan informasi dari iklan brand atau produk tersebut saja.

Kini, konsumen modern pun kian cerdas dan mandiri dengan secara aktif mencari informasi dan ulasan tentang produk atau layanan dari internet, social media serta mendengar dari seseorang yang mereka percaya. Makanya tak heran, rekomendasi orang terdekat atau tokoh berpengaruh menjadi pertimbangan penting bagi konsumen sebelum memutuskan untuk membeli atau mengkonsumsi produk atau layanan.

Laporan dari Edelman Trust Barometer tahun 2018 menyebutkan bahwa sebanyak 63 persen orang mempercayai rekomendasi pakar teknis, 61 persen mempercayai akademisi serta 54 persen rata-rata mempercayai orang biasa seperti Anda. Hal ini disebabkan oleh penurunan kepercayaan terhadap pengiklan, karena kebanyakan pengiklan yang ada cenderung overclaim dan hanya dari satu pandang saja yaitu pandangan si pengiklan. Kurangnya kepercayaan pada media ini mengakibatkan hilangnya kepercayaan pada politisi dan brand.

Oleh sebab itu, para pemilik brand dituntut menjadi lebih kreatif dalam pemasaran produk atau layanannya. Hal ini memunculkan strategi pemasaran baru yakni influencer marketing. Influencer marketing adalah sebuah pendekatan di mana brand mempromosikan produk atau layanan mereka melalui orang-orang yang dapat mempengaruhi sentimen audiens online mereka sendiri ke arah tertentu mengenai brand, ide, bisnis atau orang.

Lantas, bagaimana caranya memulai influencer marketing ini sebagai bagian dalam strategi pemasaran Anda? Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk influencer marketing, mulai dari strategi, riset influencer, campaign hingga reporting. Dengan panduan yang Anda ketahui dari ujung ke ujung ini Anda bisa mulai merencanakan bagaimana Anda akan menerapkan strategi influencer marketing Anda.

#1. Strategi

Langkah pertama adalah pengembangan strategi. Pastikan untuk mempertimbangkan hal-hal berikut dalam menyusun strategi influencer marketing Anda:

  • Anggaran: Berapa banyak uang yang ingin Anda investasikan dalam campaign influencer marketing Anda?
  • Jangka waktu: Berapa jangka waktu yang Anda kerjakan, dan konten harus dipublikasikan?
  • Platform: Platform apa yang akan Anda gunakan? Pastikan Anda berfokus untuk melibatkan influencer yang populer di platform Anda dengan engagement yang tinggi.
  • Demografis: Siapa yang ingin Anda targetkan? Ini adalah bagian terpenting dari strategi karena, tanpa memahami target pasar Anda, Anda tidak dapat membuat campaign yang sesuai dengan target market Anda. Selain itu, dengan mengetahui target market, Anda akan lebih mudah memilih influencer yang pengikutnya sesuai dengan target market Anda. Yang tak kalah penting, jangan sampai Anda salah memilih influencer yang tidak sesuai dengan target market Anda.
  • Promosi: Apakah Anda ingin mempromosikan produk atau layanan tertentu, atau bisnis Anda secara keseluruhan
  • Aktivitas: Aktivitas apa saja yang ingin Anda adakan dalam campaign ini? Apakah kompetisi, afiliasi, brand ambassador, posting blog yang disponsori, bahkan social media shout out, dan lain sebagainya.
  • Keberhasilan KPI dan Pengukuran: Apa tujuan Anda dan hasil apa yang Anda inginkan dari campaign tersebut? Bagaimana Anda mengukur keberhasilan campaign Anda? Apakah itu eksposur dan awareness, peningkatan penjualan, pertumbuhan jumlah users atau pertumbuhan social media.

#2. Menemukan Influencer

Setelah membuat strategi influencer marketing, saatnya Anda mengidentifikasi serta menemukan influencer yang tepat untuk campaign Anda. Tentu saja ini bergantung pada anggaran dan cakupan campaign Anda yang disesuaikan dengan rencana dan strategi yang telah Anda buat. Untuk menemukan influencer yang tepat, ada empat cara yang bisa Anda tempuh.

Social Media Monitoring

Anda bisa menemukan influencer dan pendukung Anda dengan memonitor social media dan blog atau situs Anda. Tak jarang, Anda bahkan bisa menemukan brand advocates Anda disana. Brand advocates adalah influencer paling lantang yang dimiliki oleh brand Anda. Mereka secara aktif mengikuti dan menulis tentang brand Anda serta berbicara dengan lantang tentang seberapa besar mereka menyukai brand Anda.

Google Alerts

Tetapkan alert untuk keyword yang berkaitan dengan brand Anda untuk mengidentifikasi orang-orang yang secara aktif menulis tentang topik di wilayah Anda. Anda juga harus membuat alternatif untuk nama brand atau produk Anda sehingga Anda dapat menemukan tulisan dan artikel yang berisi penyebutan Anda dan mengidentifikasi pendukung yang sudah ada.

Social Mention

Social mention memungkinkan Anda mengetikkan nama perusahaan Anda untuk menemukan mention di berbagai jejaring sosial seperti YouTube, Twitter, dan Facebook, dan lain sebagainya.

Blogger Outreach

Blog adalah saluran terkuat dalam menemukan influencer. Laporan dari Technorati menunjukkan bahwa 86 persen influencer memiliki setidaknya satu blog. Keuntungan lainnya dalam memilih blogger adalah mereka selalu aktif di banyak platform social media. Jadi, sekali merengkuh dayung dua tiga pula terlampaui!

Baca juga Tips: Memilih Influencer untuk Promosi

#3. Kolaborasi Konten

Kunci campaign influencer marketing yang hebat adalah menciptakan konten yang hebat. Konten yang hebat adalah konten yang menarik bagi khalayak sasarannya, sesuai dengan pesan dan tujuan brand Anda. Lalu, bagaimana untuk membuat konten yang hebat? Kolaborasi konten jawabannya. Cara ini bisa dilakukan dengan memberi influencer pengalaman yang tidak akan bisa berhenti untuk mereka bicarakan. Pengalaman memberikan inspirasi kreatif yang dibutuhkan oleh influencer yang sesuai dengan brand messaging Anda karena Anda yang mengendalikan campaign tersebut.

Selain itu, Anda bisa memberikan hadiah atau pinjaman produk Anda untuk diulas oleh influencer, memberikan siaran pers dengan informasi tentang produk atau layanan Anda sehingga mereka tidak perlu melakukan riset, sediakan waktu untuk wawancara, berikan semua rincian kontak dan tautan Anda untuk disertakan. Ini semua bisa Anda lakukan untuk membantu membuat konten yang menarik dari influencer Anda.

#4. Mengoptimalkan Distribusi

Menggunakan influencer untuk menciptakan konten yang menarik khalayak yang tepat adalah fondasi strategi influencer marketing. Tapi itu tidak hanya berhenti dengan konten yang diposting di situs atau di saluran social media saja. Bangun strategi konten untuk memperluas kegunaannya dalam setiap aspek strategi pemasaran Anda. Gunakan konten influencer sebagai kutipan dan testimonial tentang brand atau produk Anda dalam setiap materi promosi. Tapi pastikan Anda sudah mengantongi izin dari influencer atau memiliki perjanjian hak cipta bersama, untuk menghindari risiko hukum yang muncul di kemudian hari.  

#5. Monitor dan Analisis

Setelah campaign influencer marketing Anda diluncurkan, inilah saatnya untuk melakukan analisis dan monitor ROI dari campaign tersebut. Anda bisa mengukur berdasarkan beberapa metrik yang menjadi goals dari strategi campaign Anda. Diantaranya adalah traffic situs Anda, data penjualan, pertumbuhan social media, pertumbuhan jumlah user atau pengguna brand alias produk/layanan Anda, serta insight dari influencer.

Tidak sulit bukan untuk menjalankan strategi influencer marketing? Ikuti langkah-langkah tersebut agar campaign influencer marketing Anda berjalan dengan sukses.

Anda memerlukan bantuan perencanaan campaign influencer marketing Anda? Hubungi ChubbyRawit hari ini untuk mempelajari bagaimana brand Anda dapat memanfaatkan kekuatan Influencer Marketing mulai dari pemilihan influencer, strategi, eksekusi dan monitoring campaign hingga reporting jalannya campaign.