Mengenal Brand Persona dan Buyer Persona

Anda pasti pernah mendengar SpaceX? Ya, SpaceX – sebuah perusahaan transportasi luar angkasa swasta Amerika Serikat yang didirikan oleh Elon Musk. Tetapi, kesan apa yang Anda rasakan saat mendengar SpaceX? Something sophisticated? Atau lebih tepatnya justru berkesan competence

Well, competence memang lebih tepat disematkan untuk SpaceX. Mengapa? Karena SpaceX dapat mendesign, membuat, bahkan meluncurkan pesawat luar angkasa. Bahkan, SpaceX berambisi dan berjanji sebagai pelopor perjalanan antariksa antar planet, serta sedang dalam perjalanannya untuk dapat melampaui NASA.

Paralel dengan brand SpaceX adalah kepribadian pendirinya, Elon Musk. Musk ditahbiskan sebagai thought leaders yang sangat dihormati dalam teknologi dan inovasi serta mendapat peringkat ke-21 dalam daftar Forbes’s Most Powerful People di Dunia pada tahun 2016.

Kami tidak akan membahas lebih dalam tentang SpaceX dan Elon Musk, melainkan mengupas bagaimana peran brand persona bagi sebuah bisnis. Seperti halnya Musk dan SpaceX yang membungkus brand mereka dengan baik sehingga dipandang memiliki persona sebagai brand with competence

Brand persona memang pernah kami bahas sebelumnya. Sekedar mengingat kembali, menurut Jennifer Aaker, seorang psikolog sosial dan profesor pemasaran Sekolah Pascasarjana Stanford brand persona atau brand personality adalah serangkaian karakteristik manusia yang terkait dengan sebuah brand.

Dengan kata lain brand personas adalah karakter yang terlihat, berperilaku atau berbicara dengan cara tertentu dari sebuah brand yang dibangun dengan tujuan untuk membangun hubungan emosional dengan audiens tertentu serta membangun asosiasi antara brand dan kualitas yang dihargai konsumen.  

Ada lima ciri kepribadian atau dimensi dalam persoalan brand persona yang digambarkan dalam diagram berikut. 

Brand persona merupakan salah satu bagian yang akan membentuk platform brand Anda bersama dengan brand values, brand mission, brand vision dan tone of voice

Di satu sisi, terdapat hal yang sangat erat hubungannya dengan Brand Persona, yaitu Buyer persona. Buyer persona adalah representasi fiktif dari calon customer suatu brand yang ideal yang akan tertarik untuk melihat dan membeli produk dari brand tersebut berdasarkan penelitian target market dan data yang ada. 

Tujuan membangun buyer persona adalah untuk memberitahu Anda apa yang dipikirkan dan dilakukan calon customer, memahami bagaimana konsumen Anda dalam membuat keputusan pembelian sehingga Anda dapat menargetkan pemasaran dan membuat penjualan yang lebih baik, mengembangkan produk atau membuat produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen sehingga Anda dan mereka akan mendapatkan keuntungan yang sama. Selain itu Anda dapat menentukan strategi pemasaran yang tepat sehingga dapat mendatangkan banyak konsumen, pengunjung maupun prospek baru dan menjadi lebih efisien. 

Lalu mungkin Anda akan bertanya, apa bedanya brand persona dan buyer persona

Brand persona mencerminkan nilai, misi, tujuan, dan titik diferensiasi yang terkait dengan bisnis, sedangkan buyer persona adalah cerminan dari konsumen yang membeli dan menggunakan produk serta layanan yang bisnis atau brand tawarkan. Buyer persona dibuat dengan mensintesis data ke dalam profil yang mencerminkan atribut kehidupan nyata konsumen dan klien dari berbagai target market.  

Jadi, dalam membangun sebuah brand tentukan dahulu buyer persona. Dalam membuat buyer persona, kita perlu memperhatikan demografis, usia, pola perilaku, motivasi dan tujuan. Semakin terperinci maka buyer persona tersebut akan semakin lebih baik. Setelah semua buyer persona dipetakan secara terperinci, Anda akan memiliki pemahaman yang jauh lebih baik tentang segmen pembeli Anda dan manfaat yang dapat Anda tawarkan kepada mereka. Selanjutnya, Anda akan berada di tahap yang tepat untuk menciptakan jenis persona lain yaitu brand persona bisnis Anda.