Melirik Marketplace?

Dipenghujung tahun 2017 lalu, Shopee – salah satu marketplace ternama di Indonesia meresmikan ShopeeMall. Shopee Mall menampilkan ribuan produk dari brand ternama dan peritel besar. Sebut saja Laneige, Samsung, Oppo, Maspion, Rayban, Sanken dan masih banyak lagi. Dengan adanya ShopeeMall ini sudah menunjukkan bahwa marketplace bukan hanya dominasi untuk pengusaha skala mikro, kecil dan menengah saja.
Brand kenamaan dan peritel besar dari berbagai industri pun berani terjun dengan berjualan produk di marketplace. Ini menjadi indikasi bahwa untuk memenangkan persaingan serta jangkauan yang luas dalam melayani konsumen yang semakin cerdas, dibutuhkan strategi yang cerdas pula. Hal ini tidak akan menurunkan citra brand atau produk Anda kok, sebaliknya bergabung dengan marketplace menjadi salah satu cara untuk meningkatkan brand awareness sekaligus penjualan produk atau brand Anda.
Lantas, apa sih marketplace itu? Dan mengapa brand atau para peritel harus melirik marketplace sebagai channel baru? Secara definisi, marketplace adalah sebuah website atau aplikasi yang memfasilitasi penjual dan pembeli untuk bertemu secara virtual dan bertransaksi barang atau jasa. Marketplace juga bisa disebut sebagai e-commerce marketplace, yang memungkinkan penjual pihak ketiga menjual barang dagangan mereka. Penjual ini bisa merupakan pedagang individu, produsen barang berskala besar, atau apapun di antaranya.
Dari sisi jenisnya, marketplace dibedakan menjadi tiga jenis yaitu vertikal, horizontal dan global. Seperti apakah perbedaan dari ketiganya:
  • Marketplace Vertikal
Marketplace jenis ini menjual berbagai produk dari berbagai penjual tapi semuanya termasuk satu jenis. Contoh marketplace jenis ini adalah situs marketplace jual beli mobil dari yang bekas hingga baru, seperti www.carmudi.co.id atau www.rumah123.com.
  • Marketplace Horizontal
Marketplace ini menjual produk dari berbagai tipe produk tapi semuanya memiliki karakteristik yang sama. Salah satunya contohnya adalah www.qlapa.com yang menjual berbagai produk handmade. Situs ini melakukan tugas penting untuk mengkurasi produk dengan menjamin produknya dibuat secara handmade dan berbau etnik atau tradisi Indonesia yang menjadi nilai tambah bagi penjual sekaligus marketplace tersebut.
  • Marketplace Global
Marketplace ini menjual segalanya. Dan contoh utamanya dari marketplace ini adalah eBay. eBay memiliki 170 juta buyer, dengan lebih dari satu miliar item produk untuk dijual. Daya tarik eBay adalah keluasan produk mereka. Kalau di Indonesia, Anda pasti sudah familiar dengan Tokopedia, Bukalapak dan Shopee.
Biasanya, marketplace ini dioperasikan oleh operator atau perusahaan tertentu dimana mereka tidak memiliki inventaris apa pun. Operator ini menyediakan serta menyajikan inventori orang lain yaitu penjual kepada pengguna alias pembeli dan memfasilitasi adanya transaksi jual beli keduanya. Lalu bagaimana marketplace ini bekerja?
Tidak seperti situs e-commerce, marketplace mentransfer atau memindahkan beban pemeliharaan persediaan, logistik, gambar, deskripsi produk, dan harga kepada penjual. Marketplace akan menampilkan barang penjual, mengumpulkan pesanan dan pembayaran, meneruskan pesanan ke penjual, melacak pengiriman, dan melunasi pembayaran ke penjual setelah dikurangi biaya atau bahkan gratis sama sekali.
Banyak penjual di marketplace yang juga menjual di situs mereka sendiri. Biasanya mereka berdalih tetap menjual di marketplace karena marketplace cenderung memiliki traffic yang sangat besar. Bagi penjual skala kecil untuk menarik traffic di situsnya sendiri merupakan tugas berat. Dengan marketplace, para pengusaha atau pedagang kecil sangat diuntungkan karena tidak dipusingkan seperti memiliki situs sendiri mulai dari urusan hosting, teknologi, payment gateway, software akuntansi dan sebagainya.
Selain itu, ada enam keuntungan dari adanya marketplace bagi para pemilik bisnis atau brand. Apa sajakah keuntungan marketplace dari sisi pebisnis?  
#1. Mudah Dikelola
Menggunakan online marketplace tentu jauh lebih mudah dibandingkan e-commerce, terutama bagi penjual baru. Terutama karena infrastrukturnya sudah ada, sehingga menghemat waktu dan terhindar dari kerumitan bila dikaitkan dengan membangun website dari awal. Karena marketplace ini bukan milik penjual individu maka alur transaksi dan pembayaran sudah ditetapkan oleh operator marketplace. Penjual hanya perlu melakukan beberapa langkah mudah seperti menambahkan dan memodifikasi daftar produk.
#2. Traffic yang Tinggi
Marketplace biasanya adalah website yang sudah mapan dan terpercaya. Orang merasa nyaman dalam melakukan pembelian atau penjualan di marketplace. Banyak penjual yang menjajakan produk atau brand disana dan mereka memiliki jutaan pembeli yang mencari produk seperti milik Anda. Anda pun tidak memerlukan banyak usaha untuk bisa menghadirkan produk Anda di depan calon pelanggan.
#3. Melengkapi Channel Penjualan
Bila Anda pemilik brand atau produk yang sudah memiliki toko fisik serta website, tentunya keberadaan marketplace ini akan semakin melengkapi channel penjualan Anda. Di sisi pelanggan atau konsumen Anda, mereka akan memiliki lebih banyak alternatif pilihan dalam mengakses serta membeli brand atau produk Anda. Sementara di sisi Anda sebagai pemilik brand atau produk, jaringan Anda semakin luas dalam menjangkau calon konsumen potensial Anda yang tersebar baik secara geografis maupun demografis.
#4. Lebih Hemat Biaya
Bila dibandingkan dengan membuka cabang baru dari toko fisik, membuka toko di marketplace jauh lebih menghemat biaya. Pasalnya Anda bisa menghemat atau melakukan efisiensi operasional karena tak perlu membeli atau menyewa toko dan gudang serta peralatan display yang bisa dibilang tidak murah. Meskipun membangun sebuah website juga dapat mendatangkan keuntungan bagi brand atau produk Anda, tapi bila Anda belum memiliki skills atau pun alokasi budget, marketplace bisa menjadi alternatif pilihan sebelum Anda bisa membangun website atau e-commerce Anda sendiri.
#5. Long Tail Marketing
Sejumlah besar brand atau produk yang bergabung di marketplace akan mendapatkan keuntungan pada optimasi mesin pencari (SEO) dan social media marketing, terutama dengan menggunakan Google Adwords untuk meningkatkan rangkingnya di search engine. Dengan demikian, memungkinkan Anda sebagai pemilik brand atau produk untuk memasarkan komoditas tertentu lebih banyak daripada produk dengan kategori umum yang persaingannya sudah sangat ketat.
#6. Arus Kas Positif
Umumnya, website e-commerce membutuhkan investasi besar untuk mempersiapkan serta membangunnya. Walaupun nantinya akan menghasilkan arus kas yang cukup besar, BEP mungkin akan terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama. Sedangkan marketplace, margin keuntungan yang didapat tentu lebih tinggi karena investasinya lebih minimalis dibanding e-commerce. Sehingga margin ini bisa dipergunakan untuk memperluas bisnis dan mencapai pertumbuhan.
Pada akhirnya, marketplace adalah salah satu cara yang bagus bagi bisnis untuk mencoba strategi penjualan di ranah online. Bagi pebisnis pemula, keberadaan marketplace akan sangat membantu dalam hal proses penjualan dan logistik yang belum pernah dirancang dengan baik oleh mereka. Sedangkan pebisnis yang cerdas, akan melirik marketplace sebagai channel alternatif lain untuk menjual produk. Bagaimana dengan Anda?
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]