Begini Caranya Mengatasi Procrastination yang Efektif

Procrastination atau menunda. Pernahkah sekali dalam seumur hidup Anda melakukan penundaan? Entah saat duduk di bangku sekolah, atau bahkan saat sudah bekerja atau saat ini sebagai entrepreneur juga pernah atau kerap melakukan procrastination?

Ada banyak alasan dibalik keputusan menunda pekerjaan atau aktivitas ini, mulai dari malas, sedang fokus mengerjakan hal lain, tidak tertarik dengan pekerjaan yang dilakukan, kurang mood, dan masih banyak alasan lainnya. Bahkan tak jarang kita membuat kesimpulan bahwa alasan penundaan karena pekerjaan atau kegiatan yang  akan dijalani memang kurang kita minati.

Namun, apa pun alasan dibalik itu kebiasaan menunda tentu saja membawa dampak buruk. Dalam penelitian menunjukkan kebiasaan menunda-nunda secara jangka panjang dapat menurunkan kesehatan, kekayaan, dan kebahagiaan secara signifikan. Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Carleton menunjukkan sebanyak 94 persen responden mengatakan bahwa menunda-nunda mempengaruhi kebahagiaan mereka secara negatif. Bahkan sebanyak 19 persen mengatakan efeknya sangat negatif.

Mengingat dampaknya yang cukup merugikan, menunda-nunda adalah hal yang sebaiknya dihindari. Ada berbagai strategi yang dapat dilakukan untuk berhenti menunda-nunda.

#1 Memberikan Reward Saat Anda Sudah Bertindak

Langkah termudah untuk berhenti menunda adalah memberikan reward saat Anda berhasil menyelesaikan pekerjaan atau aktivitas yang bisa Anda tunda. Contoh sederhananya, Anda boleh menonton acara favorit di televisi atau Netflix saat Anda sudah menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Atau, memberikan reward makan di restoran favorit Anda hanya saat Anda berhasil melakukan meeting produktif dengan rekan atau klien yang sulit.

Ya, pada dasarnya manusia memang menyukai hadiah atau rewards atas pencapaiannya. Namun, ternyata strategi ini berasal dari penelitian ekonomi perilaku yang dilakukan oleh Katy Milkman di University of Pennsylvania. Dengan strategi ini Anda akan belajar menghindari penundaan dalam jangka panjang dengan reward yang menjadi stimulan dalam jangka pendek.

#2 Berpikir Konsekuensi dari Penundaan

Sebaliknya dari langkah pertama, di langkah kedua ini Anda diajak untuk berpikir tentang konsekuensi yang akan Anda dapatkan saat Anda menunda. Sebagai contoh, Anda perlu merekrut karyawan, tetapi Anda dikuasai rasa khawatir memilih orang yang salah. Salah mempekerjakan orang akan menghabiskan waktu dan uang, sehingga Anda menunda proses rekrutmen. Disisi lain, kekhawatiran Anda juga dapat menggerogoti pikiran dan fokus Anda karena tidak adanya proses delegasi sehingga semua menumpuk pada Anda sendiri. Menunda rekrutmen tentu saja akan menimbulkan dampak yang cukup signifikan pada bisnis atau pekerjaan Anda.

#3 Rencanakan Tindakan

Salah satu cara untuk mengatasi penundaan adalah perangkat komitmen. Adanya perangkat komitmen dapat membantu Anda untuk menghentikan penundaan dengan merencanakan tindakan Anda sebelumnya. Misalnya, Anda dapat berhenti membuang-buang waktu menggunakan ponsel Anda dengan menghapus game atau aplikasi social media yang mendistraksi fokus Anda. Atau Anda dapat mulai mengumpulkan dana darurat dengan mengatur transfer dana otomatis ke rekening tabungan Anda. Kedua contoh ini adalah perangkat komitmen yang membantu mengurangi kemungkinan penundaan

#4 Kerjakan Tugas yang Lebih Mudah

Cara lain untuk menghindari penundaan adalah memulai dengan komitmen kerja yang lebih kecil atau lebih mudah. Contohnya adalah menyortir email yang lebih penting atau urgent untuk direspons, mudah untuk dijawab, atau yang tidak membutuhkan respons sama sekali. Mengerjakan satu hal kecil atau mudah biasanya akan lebih memudahkan kita untuk melanjutkan pekerjaan yang lebih berat atau besar lagi. Pekerjaan kecil atau mudah tersebut bisa menjadi pancingan atau pemanas sebelum Anda mengerjakan tugas yang sesungguhnya.

#5 Konfirmasikan Dateline dan Patuhi

Salah satu hal penting yang bisa Anda lakukan untuk menghindari penundaan adalah mengkonfirmasi dateline pekerjaan Anda dalam satu sampai empat minggu ke depan. Anda harus tahu persis berapa banyak waktu yang Anda miliki untuk bekerja. Setelah tahu dateline tersebut, pastikan untuk mematuhinya.

#6 Start Early or End Later

Jika di awal tahun 2019 lalu resolusi tahun baru Anda adalah untuk menemukan keseimbangan pekerjaan serta kehidupan yang lebih baik, maka jangan pernah memperpanjang hari kerja Anda!  Untuk itu, segeralah mulai bekerja, meskipun lambat asalkan rutinitas tersebut tetap Anda tekun dan jalani. Lebih baik memberikan usaha ekstra di awal daripada Anda harus mengejar ketertinggalan yang dapat menciptakan beban bagi Anda sendiri.

Ya, walaupun enam strategi menghindari penundaan diatas terdengar tidak menyenangkan. Tetapi bila strategi tersebut benar-benar dijalankan dan efektif, tak perlu lagi ada alasan menunda pekerjaan, karena Anda sudah paham benar konsekuensi yang muncul akibat penundaan. Selain itu, sebuah pekerjaan semudah apa pun tidak akan pernah selesai bila Anda terus menundanya. So, bye procrastination!